Mobil listrik semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat serta ramah lingkungan. Namun, masih banyak pemilik kendaraan listrik yang tanpa sadar melakukan kebiasaan buruk saat berkendara, sehingga membuat konsumsi daya baterai menjadi lebih boros dan jarak tempuh menurun. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan ada beberapa kebiasaan yang paling sering dilakukan pengguna mobil listrik dan berdampak pada efisiensi baterai. Menurutnya, salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah melakukan akselerasi secara agresif. Karakter mobil listrik yang memiliki torsi instan membuat banyak pengemudi tergoda untuk langsung menginjak pedal gas dalam-dalam saat mobil mulai berjalan. Desain eksterior mobil listrik GWM Ora 03 “Padahal konsumsi daya listrik paling besar terjadi ketika awal jalan. Selain beban menggerakkan mobil yang berat, butuh daya lebih besar, gas pol juga akan mengurangi daya lebih banyak,” ujar Jayan kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia menjelaskan, gaya berkendara agresif memang terasa menyenangkan pada mobil listrik karena respons tenaga yang instan. Namun, kebiasaan tersebut membuat energi baterai lebih cepat terkuras sehingga jarak tempuh kendaraan menjadi lebih pendek. Sebab, sumber daya utama mobil listrik berasal dari baterai yang memiliki kapasitas terbatas pada setiap model kendaraan. “Mobil listrik yang kerap dipakai ngebut sampai kecepatan tinggi juga bisa lebih boros, karena daya listrik akan terkuras lebih banyak. Waktu tempuhnya mungkin lebih cepat, tapi jarak tempuh jadi lebih pendek,” kata Jayan. Selain gaya berkendara, penggunaan air conditioner (AC) juga memengaruhi konsumsi daya baterai. Menyetel AC terlalu dingin, terutama saat cuaca panas, dapat meningkatkan beban kerja sistem pendingin. “Komponen AC mobil listrik tak lagi membebani motor listrik atau performa, tapi membebani baterai, sehingga daya listrik akan terus terkuras selama AC hidup. Makin dingin target yang harus dicapai, beban kerjanya makin berat,” ujar Jayan. Karena itu, pemilik mobil listrik disarankan menggunakan kendaraan dengan gaya berkendara yang lebih halus dan menjaga penggunaan AC tetap wajar agar konsumsi baterai lebih efisien dan jarak tempuh tetap optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang