Bila diperhatikan, selain harga yang terjangkau, saat ini banyak konsumen di Indonesia mencari mobil yang menawarkan efisiensi tinggi, terutama dalam hal konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebutuhan akan mobil yang irit sejalan dengan masih tingginya harga BBM, khususnya untuk jenis non-subsidi. Tak heran jika efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli mobil. Tak Sekadar Teknologi Namun, meski banyak produsen menawarkan mobil dengan klaim konsumsi BBM yang irit, hasil tersebut tidak akan tercapai apabila tidak diimbangi dengan cara penggunaan dan perawatan kendaraan yang benar. Menurut Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, pemilik mobil wajib memperhatikan berbagai faktor yang dapat menyebabkan konsumsi BBM menjadi tidak efisien. Indikator BBM Mobil "Pemilik harus pintar mengelola penggunaan bensin pada mobil agar lebih efisien. Langkah yang dilakukan berkaitan dengan cara merawat dan mengemudikan mobil di jalan. Untuk itu, pahami bagaimana agar konsumsi BBM lebih hemat," kata Nur Imansyah Tara beberapa waktu lalu. Penyebab Mobil Boros BBM Dalam keterangan resmi Auto2000, setidaknya ada delapan faktor yang dapat menyebabkan mobil menjadi lebih boros saat digunakan. Menariknya, sebagian besar penyebab tersebut ternyata berasal dari kebiasaan pemilik mobil yang sering mengabaikan kondisi kendaraan maupun cara mengemudikannya. Berikut penjelasannya: 1. Tekanan Ban Kurang Ilustrasi ban. Meski terdengar sepele, tekanan ban yang kurang membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak, terutama saat menghadapi kondisi lalu lintas stop and go. Karena itu, pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan agar konsumsi BBM tetap efisien. 2. Overload Setiap mobil memiliki batas maksimal beban angkut. Membawa muatan melebihi kapasitas akan membuat mesin bekerja lebih keras sehingga konsumsi BBM meningkat. Selain lebih boros, kondisi ini juga dapat mengurangi aspek keselamatan berkendara. 3. Mengemudi Agresif Kebiasaan berkendara agresif, seperti sering berakselerasi dan menginjak pedal gas secara mendadak, membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga. Akibatnya, konsumsi BBM menjadi lebih boros. Modifikasi Toyota Hilux Travo Prerunner 4. Melakukan Modifikasi Modifikasi yang dianggap sepele ternyata juga dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar. Misalnya mengganti pelek dengan ukuran lebih besar atau menggunakan ban bertapak lebih lebar, yang membuat mesin bekerja lebih keras. Selain itu, modifikasi untuk meningkatkan performa mesin serta penambahan aksesori yang membutuhkan daya listrik lebih besar juga dapat meningkatkan konsumsi BBM. 5. Menggunakan BBM yang Tidak Sesuai Rekomendasi Menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan membantu menjaga proses pembakaran tetap optimal. Sebaliknya, penggunaan BBM dengan spesifikasi yang tidak sesuai dapat memicu knocking sehingga pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam dan konsumsi bahan bakar pun meningkat. 6. Lupa Mengganti Oli Mesin Ganti oli mesin mobil Keterlambatan mengganti oli membuat kualitas pelumas menurun sehingga kemampuan melumasi komponen mesin tidak lagi optimal. Akibatnya, gesekan antarkomponen meningkat, mesin bekerja lebih berat, dan konsumsi BBM menjadi lebih boros. 7. Tidak Memanfaatkan Mode ECO Hampir setiap mobil modern kini telah dibekali mode berkendara ECO. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi konsumsi BBM, terutama saat digunakan di lalu lintas perkotaan. Meski respons akselerasi menjadi lebih halus, performanya masih memadai untuk penggunaan harian. 8. Abai Servis Berkala Cek kondisi ban mobil Servis berkala di bengkel resmi berfungsi menjaga performa mesin tetap optimal. Selain memeriksa kondisi mesin, teknisi juga akan memastikan komponen pendukung seperti filter, oli, dan kaki-kaki mobil tetap dalam kondisi prima sehingga konsumsi BBM tetap efisien.