Dampak mesin mobil pernah mengalami panas berlebih atau overheating bisa cukup kompleks. Termasuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM) rata-rata terasa jadi lebih boros. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan penyebab mobil menjadi lebih boros BBM secara umum karena pembakaran tak sempurna. “Seperti busi bermasalah, kompresi lemah, BBM tak berkualitas dan sejenisnya, khusus kompresi lemah penyebabnya bisa faktor usia, pelumasan dan riwayat overheating,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Senin (5/1/2026). Panas berlebih akan membuat komponen mesin berubah bentuk, seperti yang diketahui ring, piston dan silinder terbuat dari logam yang bisa memuai bila ditimpa panas. “Yang paling parah piston tergencet, sehingga mesin tidak bisa berputar, bila belum parah mesin tetap bisa bekerja, namun dampak jangka panjangnya ada potensi terjadi penurunan kompresi,” ucap Imun. Ring piston dan silinder yang bergesekan dalam suhu ekstrem cenderung lebih empuk dan mudah aus. Sehingga, terdapat pelebaran celah piston. Bila celah piston terlalu besar atau dinding silinder tergores maka kompresi akan turun. Ilustrasi mesin mobil overheating “Kalau kompresi sudah turun, tenaga mesin jadi lebih loyo, dan konsumsi BBM terasa lebih boros, ini bisa terjadi di setiap mesin bakar, terlebih lagi unit pernah mengalami overheating,” ucap Imun. Perubahan konsumsi BBM rata-rata setelah mobil mengalami overheating berkaitan dengan kompresi. Angka kompresi turun akibat ring piston yang aus setelah terpapar panas berlebih. Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda, Aha Motor Yogyakarta mengatakan dampak penurunan kompresi cukup beragam, yang paling parah bisa bikin mobil mogok. Ilustrasi memanaskan mesin mobil. “Bila kompresi sudah turun drastis, mesin tak mampu hidup, karena BBM tak mau terbakar, pada tahapan lebih ringan gejalanya mesin susah hidup, terutama saat dingin, tapi ada juga yang secara kasat mata performanya masih baik,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Meski seakan-akan masih prima, sebenarnya penurunan angka kompresi berpengaruh terhadap performa, seperti tenaga yang menjadi kurang responsif, lebih boros BBM dan sejenisnya. Angka kompresi pada masing-masing mobil ada limitnya sesuai ketentuan pabrikan. Selain itu, antar silinder tidak boleh punya selisih kompresi terlalu besar. Alat pengukur kompresi mesin mobil “Bila angka kompresi sudah menyentuh limit dan selisihnya besar, pihak bengkel biasanya akan menyarankan turun mesin, demi menjaga performa tetap prima dan tidak terjadi kendala di tengah jalan,” ucap Hardi. Terlepas dari itu, penyebab mobil lebih boros BBM bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, jadi bukan hanya karena kompresi yang lemah. Untuk mendapatkan kepastiannya, konsumen perlu memeriksanya ke bengkel. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang