Penggunaan AC mobil kerap dituding sebagai penyebab utama borosnya konsumsi bahan bakar, terutama saat perjalanan jauh seperti mudik Lebaran. Tidak sedikit pengendara yang sengaja mematikan AC demi menghemat BBM, meski harus mengorbankan kenyamanan selama di perjalanan. Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut, kontribusi AC terhadap konsumsi bahan bakar sebenarnya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan faktor lain. “AC memang mengambil tenaga mesin, tapi tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang. Jadi bukan faktor utama yang bikin BBM jadi boros,” kata Gunawan kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2026). Gunawan menjelaskan, dalam kondisi normal, sistem AC hanya memberikan tambahan beban ringan pada mesin. Artinya, selama komponen AC bekerja dengan baik, pengaruhnya terhadap konsumsi BBM masih dalam batas wajar. Sebaliknya, konsumsi bahan bakar justru lebih dipengaruhi oleh kondisi perjalanan, seperti kemacetan, pola berkendara, hingga beban kendaraan. Saat mudik atau arus balik, misalnya, mobil biasanya diisi penuh penumpang dan barang, sehingga kerja mesin menjadi lebih berat. Arus balik mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di ruas Tol Purbaleunyi mulai mencapai puncaknya pada H+3 Lebaran, Selasa (24/3/2026) sore. “Kalau mobil bawa banyak barang, terus sering kena macet, itu jauh lebih berpengaruh ke konsumsi BBM dibanding AC,” ujarnya. Selain itu, kondisi lalu lintas yang tidak menentu juga membuat pengemudi sulit menjaga kecepatan konstan. Padahal, efisiensi bahan bakar lebih mudah dicapai saat mobil melaju stabil, misalnya di jalan tol yang lancar. Dalam situasi stop and go seperti macet panjang, mesin akan bekerja lebih keras karena harus berulang kali berakselerasi. Hal inilah yang membuat konsumsi BBM meningkat, bukan semata karena penggunaan AC. Gunawan pun menyarankan agar pengendara tidak terlalu fokus mematikan AC demi menghemat bahan bakar, terutama saat perjalanan jauh. Menurutnya, kenyamanan selama berkendara juga penting untuk menjaga konsentrasi dan mengurangi kelelahan. “Yang penting AC dalam kondisi sehat dan digunakan secara wajar. Jangan sampai karena ingin hemat, justru perjalanan jadi tidak nyaman dan berisiko,” kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang