Rute perjalanan memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar mobil. Faktor ini sering kali lebih menentukan dibanding jarak tempuh semata dalam penggunaan sehari-hari. Maka dari itu, bila hendak menghemat BBM, pengendara perlu menyesuaikan rute yang paling efisien. Sebaiknya menghindari rute dengan lalu lintas padat atau macet. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan pada rute yang macet, mobil sering berhenti dan berjalan kembali. Kondisi ini membuat mesin tetap menyala tanpa menghasilkan jarak, sehingga bahan bakar terbuang percuma. “Bicara konsumsi BBM, maka ada kaitannya dengan jumlah BBM terbakar dibanding dengan jarak tempuhnya, di kemacetan jelas mobil cenderung berhenti atau jalan pelan, artinya jarak yang ditempuh pendek sementara durasi mesin hidup lama,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (12/4/2026). Saat mesin hidup, maka selama itu BBM terus terpakai. Idealnya, mesin hidup mobil melaju dengan capaian jarak tempuh tertentu agar bisa efisien. Selain itu, akselerasi dari posisi diam membutuhkan energi lebih besar. Semakin sering mobil berhenti dan berjalan, semakin tinggi konsumsi bahan bakarnya. Ilustrasi Google Maps “Awal jalan cenderung butuh BBM lebih banyak, daripada mobil sudah melaju, untuk memulai butuh tenaga besar,” ucap Imun. Sebaliknya, rute yang lancar memungkinkan mobil melaju dengan kecepatan stabil. Kondisi ini merupakan situasi paling efisien bagi mesin dalam menggunakan bahan bakar. Tanjakan juga berpengaruh besar terhadap konsumsi. Mesin harus bekerja lebih keras untuk melawan gaya gravitasi, sehingga membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak. Ilustrasi fake GPS. Absensi Pakai Fake GPS, Ribuan ASN Lebong Disanksi Tak Terima TPP 3 Bulan. “Sedangkan saat menurun, konsumsi bahan bakar bisa lebih hemat. Bahkan pada mobil modern, aliran bahan bakar bisa sangat minim saat deselerasi,” ucap Imun. Jenis jalan juga memengaruhi efisiensi. Jalan tol yang panjang dan lurus memungkinkan kecepatan konstan, sedangkan jalan kota penuh hambatan seperti lampu merah dan persimpangan. Kondisi permukaan jalan turut berperan. Jalan rusak atau berbatu meningkatkan hambatan gulir ban, sehingga mesin membutuhkan tenaga tambahan untuk bergerak. “Kalau disuruh milih, ambil rute yang jalannya halus dan lancar, sehingga hambatan makin kecil, kendaraan bisa melaju konstan,” ucap Imun. Faktor eksternal seperti angin dan kepadatan lalu lintas juga tidak bisa diabaikan. Hambatan udara dan interaksi dengan kendaraan lain dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Kesimpulannya, rute perjalanan sangat menentukan efisiensi penggunaan bahan bakar. Memilih rute yang lebih lancar dan minim hambatan dapat membantu menghemat BBM secara signifikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang