Kualitas bahan bakar minyak atau BBM ternyata berpengaruh langsung terhadap proses pembakaran di dalam mesin mobil. Hal ini berkaitan dengan kemampuan bahan bakar dalam terbakar secara optimal di ruang bakar. Setiap mesin memiliki karakteristik tertentu yang disesuaikan dengan jenis BBM yang digunakan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah nilai oktan pada bahan bakar tersebut. “BBM itu beda-beda, ada yang gampang kebakar, ada yang lebih tahan tekanan dulu baru terbakar,” jelas Alif Helmi, penanggung jawab bengkel Rama Teknik di Universitas Pamulang. Jika nilai oktan tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin, proses pembakaran bisa menjadi tidak sempurna. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gejala knocking atau detonasi. Selain itu, pembakaran yang tidak optimal juga dapat memengaruhi performa mesin secara keseluruhan.