Kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi membuat sebagian pengguna kendaraan mulai mencari cara untuk menekan biaya operasional, salah satunya dengan beralih ke bahan bakar yang lebih murah. Meski terlihat lebih hemat di awal, langkah ini sebenarnya menyimpan risiko jangka panjang bagi kendaraan. Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady mengatakan, penggunaan solar dengan kualitas rendah, terutama hasil pencampuran dengan biodiesel seperti B100 atau FAME, berpotensi meningkatkan kebutuhan perawatan pada mesin diesel. Menurutnya, salah satu komponen yang paling terdampak adalah sistem penyaringan bahan bakar. Antrean biosolar di SPBU Kalisat, Jember pada Minggu sore (2/11/2025). “Solar kualitas rendah, terutama hasil blending dengan B100 atau FAME, biasanya memerlukan maintenance yang lebih sering, terutama pada sistem filter solar,” kata Jayan kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2026). Ia menambahkan, karakteristik bahan bakar nabati juga bisa menimbulkan masalah lain pada sistem bahan bakar. “Solar hasil blending dengan minyak nabati memang harus sering dilakukan perawatan, karena ada potensi terjadinya gelling atau pembentukan gel pada bahan bakar,” ucapnya. Jayan mengingatkan bahwa filter solar menjadi komponen yang wajib mendapat perhatian ekstra agar tidak mengganggu kinerja mesin. “Filter harus sering dibersihkan atau diganti,” kata dia. Tak hanya itu, dampak penggunaan BBM berkualitas rendah juga bisa merambat ke bagian dalam mesin. “Ruang bakar dan permukaan atas piston bisa mengalami penumpukan deposit. Intake maupun exhaust manifold juga biasanya kotor karena deposit,” ucapnya. Bahkan, dalam skala yang lebih kecil, kerusakan juga bisa terjadi pada komponen presisi di sistem injeksi. “Secara mikroskopis mungkin ada juga, misalnya keausan plunyer pump atau sistem injeksi,” kata Jayan. Jadi, penggunaan solar murah sebaiknya dipertimbangkan matang karena berisiko menimbulkan kerusakan dan biaya perbaikan lebih besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang