Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi membuat banyak pemilik kendaraan diesel mulai mencari alternatif yang lebih terjangkau, termasuk beralih ke solar dengan kualitas lebih rendah. Terlebih, harga Dexlite kini mencapai Rp 23.600 per liter atau melonjak Rp 9.400 dari sebelumnya Rp 14.200 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex juga naik menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter. Kondisi ini tentu berdampak pada biaya operasional harian, namun penggunaan solar yang tidak sesuai spesifikasi justru berpotensi menimbulkan masalah baru pada mesin diesel modern yang semakin sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Ilustrasi pengisian Pertamina Dex di SPBU Pertamina. Harga BBM hari ini. BBM non subsidi naik. Harga BBM non subsidi terbaru. Harga BBM Pertamina terbaru. Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady mengatakan, kualitas solar sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin diesel masa kini. “Mesin diesel modern menuntut bahan bakar solar yang kualitasnya bagus juga untuk mendapatkan performa yang optimal dan biaya maintenance yang rendah,” kata Jayan kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2026). Lebih lanjut, Jayan mengatakan, penggunaan solar dengan kualitas rendah disebut dapat berdampak langsung pada penurunan performa mesin. Menurut Jayan, penurunan ini bahkan bisa terasa cukup signifikan, tergantung dari kualitas bahan bakar yang digunakan. “Kalau di kasih solar kualitas rendah akan drop performance-nya mungkin sekitar 10 persen, tergantung kualitas solar yg dipakai,” kata dia. Tak hanya soal performa, penggunaan solar berkualitas rendah juga berdampak pada frekuensi perawatan kendaraan. Jayan menjelaskan, bahan bakar hasil pencampuran tertentu cenderung membuat komponen lebih cepat kotor. “Solar kualitas rendah (yang hasil blending dengan B100/FAME) biasanya memerlukan maintenance yang lebih sering, terutama terkait dengan sistem filter solar,” katanya. Selain itu, ia juga mengingatkan adanya potensi masalah lain yang bisa muncul dari penggunaan bahan bakar tersebut. Menurutnya, campuran berbasis minyak nabati memiliki karakteristik yang berbeda dan bisa memicu pembentukan endapan. “Solar hasil blending dengan minyak nabati memang harus sering di-maintenance, karena ada potensi gelling (pembentukan gel pada bahan bakar),” kata Jayan. Jadi, pemilik diesel modern sebaiknya tidak mengabaikan kualitas solar karena bisa menurunkan performa dan mempercepat kerusakan komponen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang