Bagi sebagian penjual atau pengguna kendaraan diesel, menimbun solar di rumah atau di tangki penyimpanan menjadi kebiasaan untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar atau kenaikan harga. Namun, perlu diketahui bahwa sebenarnya menimbun solar sebenarnya tidak disarankan, terutama untuk jenis solar campuran seperti B35 atau B40. Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan, kebiasaan menyimpan bahan bakar dalam jangka waktu lama justru bisa menyebabkan penurunan kualitas dan munculnya masalah pada sistem bahan bakar kendaraan. “Kalau yang ditimbun itu B40, maka disarankan untuk tidak lebih dari 3 bulan. Karena B40 itu campuran antara solar sama biodiesel. Atau B0 dengan B100 dengan perbandingan 60 persen solar dan 40 persen biodiesel atau FAME sama saja,” kata Tri kepada Kompas.com, Kamis (13/11/2025). Barang bukti jerigen yang diamankan polisi untuk menimbun solar di Kabupaten Jember Tri menjelaskan, karena bercampurnya tidak secara kimiawi dna hanya tercampur secara fisik, maka disarankan untuk tidak menyimpan lebih dari tiga bulan. “Karena akan pisah, jadi solarnya akan ada di atas karena lebih ringan sedikit dan Biodeselnya akan di bawah, karena secara densitas atau masa jenis lebih berat sedikit. Jadi kalau terlalu lama ditimbun akan misah seperti itu,” kata Tri. Kemudian, untuk mencampurnya, Tri mengatakan, perlu diaduk. Namun, ia mengingatkan bahwa biodiesel memiliki sifat higroskopis, yakni mudah menyerap uap air dari udara. “Tapi, jangan lupa jika biodiesel itu punya sifat higroskopis atau menarik uap air di udara. Jadi kalau disimpan terlalu lama maka kadar airnya akan naik,” katanya. Tri melanjutkan, jika ada air di dalam bahan bakar B40 yang disimpan itu, maka akan terbentuk emulsi, yaitu campuran antara bahan bakar dengan air. “Di dalam emulsi itulah kemudian tumbuh bakteri, lumut, jamur dan sebagainya. Sehingga membentuk seperti gel. Kalau gel itu kemudian di bahan bakar itu digunakan di kendaraan misalnya. Kemudian gelnya ada, lalu terhisap oleh pembakar, masuk ke mesin.Maka dia akan nyumbat di filter,” katanya. Akibatnya, mobil akan kehilangan daya dan hanya bisa jalan dengan gigi rendah, karena suplai bahan bakar ke mesinnya kurang. Selain itu, Tri menambahkan bahwa jika solar atau biodiesel disimpan terlalu lama, kotoran di dalam bahan bakar akan semakin banyak. Endapan tersebut kemudian bisa menimbulkan deposit pada injektor, sehingga volume bahan bakar yang masuk ke ruang bakar menjadi lebih sedikit.“Akibatnya, daya mesin ikut menurun. Jadi kalau ada orang yang menimbun B40, ya risikonya seperti itu,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.