Kebiasaan membiarkan mesin mobil tetap hidup saat berhenti atau idle cukup sering dilakukan oleh pengemudi. Umumnya, terjadi saat menunggu seseorang, berhenti sejenak, atau berada dalam kondisi antre. Alasan utama adalah faktor kenyamanan. Dengan mesin tetap hidup, pengemudi bisa menikmati AC sehingga kabin tetap sejuk, terutama saat cuaca panas. Selain itu, sebagian orang merasa mematikan mesin lalu menyalakannya kembali dianggap merepotkan. Ada juga kekhawatiran bahwa terlalu sering menyalakan mesin dapat mempercepat kerusakan starter atau aki. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan banyak pengemudi menganggap bahwa selama mobil tidak bergerak, konsumsi bahan bakar tidak signifikan. “Faktanya, mesin tetap membakar bahan bakar untuk mempertahankan putaran idle, secara teknis, sistem injeksi tetap menyuplai bahan bakar dalam jumlah tertentu. Meskipun kecil, konsumsi ini akan terus berlangsung selama mesin menyala,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Senin (13/4/2026). Dampak paling nyata adalah pemborosan bahan bakar. Dalam jangka waktu tertentu, konsumsi BBM saat idle bisa menjadi cukup besar tanpa memberikan manfaat pergerakan. Kemacetan di atas flyover Slipi yang menghubungkan ruas Jalan Gstot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat dengan Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026) “Pembakaran saat idle cenderung tidak seefisien saat mobil berjalan. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan karbon di ruang bakar dan komponen mesin lainnya,” ucap Imun. Penumpukan karbon ini dapat memengaruhi performa mesin. Mesin bisa menjadi kurang responsif dan efisiensi pembakaran menurun. “Mesin yang lama idle juga dapat mempercepat penurunan kualitas oli. Oli lebih cepat kotor akibat sisa pembakaran yang tidak sempurna,” ucap Imun. Ilustrasi AC mobil Dampak lain yang sering diabaikan adalah peningkatan emisi gas buang. Mesin yang menyala tanpa bergerak tetap menghasilkan polusi yang tidak perlu. Dalam kondisi tertentu, seperti sistem pendinginan yang kurang optimal, idle terlalu lama juga berpotensi meningkatkan suhu mesin. “Sekarang sudah ada fitur idling stop, tujuannya untuk menekan emisi karbon dan secara tak langsung menghemat konsumsi BBM,” ucap Imun. Bahkan, pada mobil hybrid, sistem AC bekerja terpisah dengan mesin bakar. Sehingga, saat mesin mati udara di dalam kabin tetap sejuk. Secara keseluruhan, kebiasaan ini terjadi karena alasan kenyamanan dan persepsi yang keliru. Padahal, membiarkan mesin idle terlalu lama dapat menyebabkan pemborosan BBM, meningkatkan emisi, dan mempercepat penurunan performa mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang