Membiarkan tangki bahan bakar mobil dalam kondisi hampir kosong sering kali dilakukan dan dianggap sepele oleh banyak pemilik kendaraan. Padahal, kebiasaan membiarkan tangki BBM berada pada level sangat rendah dapat memicu berbagai masalah serius pada komponen penting di sistem bahan bakar. Kamal, pemilik Bengkel Kafka mengatakan, tangki bensin yang sering kosong bisa merusakan komponen di dalamnya. Jumlah BBM yang terlalu sedikit membuat komponen tidak mendapatkan pelumasan dan pendinginan yang semestinya. Ilustrasi indikator bensin mobil “Kalau (tangki) sering kosong, fuel pump cepat rusak. Kedua, tangki bisa lebih cepat berkarat karena jarang terendam bensin. Ketiga, konsumsi BBM akan terasa lebih boros dari biasanya," kata Kamal kepada Kompas.com, belum lama ini. Kerusakan fuel pump penyebabnya dari kotoran hasil kondensasi bahan bakar. Karena tangki tidak penuh BBM, maka ada ruang dan hasil penguapan BBM menjadi air yang bisa berpotensi menyumbat fuel pump. Air yang ada di tangki BBM juga bisa menyebabkan lebih cepat karatan, terutama yang masih memakai bahan besi. "Kalau terasa lebih boros, biasanya karena pompa bensin bekerja ekstra (kurang BBM), jadi panas, lalu sedotnya kurang tekanannya. Saat tekanan kurang, konsumsi bahan bakar terasa lebih boros," kata Kamal. Dengan berbagai risiko tersebut, pemilik kendaraan disarankan untuk tidak menunggu hingga indikator BBM menyentuh garis merah. Minimal menjaga isi tangki tetap di atas seperempat akan membantu menjaga fuel pump tetap dingin, mencegah karat, dan memastikan suplai bahan bakar tetap stabil. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.