Membiarkan tangki BBM kosong dalam waktu lama, terutama pada mobil yang jarang dipakai, bisa menimbulkan berbagai masalah serius pada sistem bahan bakar. Fenomena ini mungkin terjadi ketika sedang hendak menghemat konsumsi BBM. Namun, membiarkan mobil menganggur lama harus dipersiapkan. Selain memanaskan mesin, pemilik juga perlu memperhatikan jumlah BBM yang ada di dalam tangki. Jangan sampai isinya mendekati kosong. Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto mengatakan tangki BBM hampir kosong tidak masalah bila segera diisi. “Masalah akan timbul ketika mobil tidak dipakai, bila ada ruang kosong di dalam tangki BBM, perubahan suhu udara di lingkungan alam memicu terjadinya kondensasi,” ucap Tri kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ruang kosong dalam tangki memungkinkan terbentuknya kondensasi berupa uap air. Perbedaan suhu siang dan malam membuat uap air mengembun di dalam dinding tangki. Ilustrasi tangki BBM keropos Air hasil kondensasi ini akan bercampur dengan sisa bahan bakar. Akibatnya, kualitas BBM menurun dan pembakaran di mesin menjadi tidak sempurna. Selain itu, air dalam tangki mempercepat proses korosi atau karat, terutama pada tangki berbahan logam. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan tangki menjadi keropos. “Karat yang terbentuk akan menghasilkan serpihan kotoran. Partikel ini dapat terbawa aliran BBM dan berpotensi menyumbat filter bahan bakar,” ucap Wawan, pemilik bengkel Krisna Jaya Motor Boyolali kepada KOMPAS.com, Sabtu (4/4/2026). Kotoran pada bensin ketika membersihkan filter BBM Jika lolos, kotoran tersebut bisa masuk ke injektor atau karburator, sehingga mengganggu suplai bahan bakar dan menyebabkan mesin brebet atau sulit hidup. “Dampak lain yang sering terjadi adalah kerusakan pada pompa BBM, pada banyak mobil, pompa berada di dalam tangki dan bergantung pada BBM sebagai pendingin,” ucap Wawan. Jika tangki kosong, pompa tidak terendam bahan bakar sehingga mudah panas dan lebih cepat aus. Ini bisa berujung pada kerusakan yang cukup mahal. Selain itu, endapan lama dalam tangki bisa mengering dan mengeras. Saat tangki diisi kembali, kotoran ini bisa terlepas dan langsung menyumbat sistem bahan bakar. Dari sisi performa, mobil yang lama dibiarkan dengan tangki kosong cenderung mengalami start susah, tenaga tidak stabil, dan konsumsi BBM tidak efisien. Kesimpulannya, membiarkan tangki BBM kosong terlalu lama dapat memicu kondensasi air, karat, kerusakan pompa, hingga gangguan sistem bahan bakar. Sebaiknya tangki tetap diisi minimal setengah untuk menjaga kondisi tetap optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang