Kualitas bahan bakar minyak (BBM) dapat menurun jika disimpan terlalu lama, bahkan berpotensi memengaruhi kinerja mesin kendaraan. Perubahan ini terjadi karena komposisi kimia BBM bisa mengalami degradasi seiring waktu, terutama jika penyimpanannya tidak ideal. Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB Tri Yuswidjajanto Zaenuri, BBM bukanlah zat tunggal, melainkan campuran kompleks dari berbagai komponen kimia yang dapat mengalami perubahan selama penyimpanan. "BBM terdiri dari berbagai senyawa kimia yang bisa saling bereaksi membentuk senyawa baru seiring waktu penyimpanan, sehingga spesifikasinya dapat berubah," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026). Ia menjelaskan, perubahan tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti paparan udara, suhu, serta lamanya waktu penyimpanan. Dalam kondisi tertentu, komponen ringan dalam BBM juga dapat menguap, sehingga mengubah komposisi awalnya. "Selain reaksi kimia, ada juga potensi penguapan fraksi ringan yang menyebabkan nilai oktan atau karakteristik pembakaran ikut berubah," kata Tri. Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga. Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Perubahan komposisi ini dapat memengaruhi proses pembakaran di dalam mesin, yang pada akhirnya berdampak pada performa kendaraan hingga efisiensi bahan bakar. Pada kendaraan modern, efeknya bahkan bisa lebih kompleks. BBM yang sudah mengalami degradasi berpotensi menyebabkan pembakaran tidak sempurna, memicu kerak di ruang bakar, hingga mengganggu kerja sistem injeksi. Tak hanya itu, dalam jangka panjang kondisi ini juga bisa mempercepat keausan komponen mesin. Hal ini karena senyawa hasil reaksi atau kontaminasi dapat mengubah sifat pelumasan dan pembakaran di dalam mesin. Karena itu, Tri mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak menyimpan BBM terlalu lama, terutama di wadah terbuka atau tidak kedap udara. Selain itu, penting juga memastikan BBM yang digunakan tetap sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan kendaraan. "Kalau spesifikasinya sudah berubah, meskipun awalnya sesuai standar, tetap berpotensi menimbulkan masalah pada mesin," kata Tri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang