Tangki bahan bakar minyak (BBM) pada mobil klasik harus diperhatikan kondisinya. Bila terindikasi ada keropos sebaiknya segera diperbaiki. Keropos tidak hanya membuat BBM bocor, tapi juga mempengaruhi performa mobil dan memicu kerusakan komponen lainnya. Wawan, pemilik bengkel Krisna Jaya Motor Boyolali mengatakan tangki BBM yang keropos tak berhenti pada kebocoran tapi juga bisa berdampak ke performa. “Keropos pada tangki BBM umumnya terjadi dari dalam, kandungan air di dalam tangki bakal mempercepat korosi, tak hanya mengikis permukaan logam tapi juga menghasilkan serbuk atau rontokan,” ucap Wawan kepada KOMPAS.com Sabtu (4/4/2026). Serbuk tersebut rentan terhisap oleh pompa BBM, sehingga ikut mengalir ke sistem bahan bakar. Akibatnya akan menyumbat filter, bahkan bisa masuk ke karburator atau injektor. “Serbuk akan merusak injektor dan karburator, upaya perbaikannya dibersihkan, tapi bila tak tertolong komponen mahal tersebut harus diganti,” ucap Wawan. Ilustrasi tangki bensin korosi Maka dari itu, bila sudah terdeteksi ada indikasi keropos pada tangki BBM, konsumen perlu segera memperbaiki dan mencegah korosi datang kembali. Bahaya utamanya, akan terjadi kebocoran bahan bakar. Tangki yang sudah keropos bisa memiliki pori-pori kecil hingga lubang yang menyebabkan BBM merembes keluar tanpa disadari. Kondisi ini sangat berbahaya karena BBM mudah menguap dan terbakar. Percikan kecil dari kelistrikan atau panas knalpot bisa memicu risiko kebakaran serius. Petugas dari Dinas Perdagangan Kudus menunjukkan pertalite bercampur air di SPBU 43 593 18 Bacin yang ada di Jalan Lingkar Utara, Selasa (13/1/2026). “Tangki yang keropos juga memungkinkan masuknya udara dan uap air ke dalam sistem. Air dalam BBM dapat menyebabkan pembakaran tidak stabil dan mempercepat korosi,” ucap Wawan. Dari sisi performa, mobil akan terasa tidak konsisten. Kadang normal, kadang tersendat, karena suplai BBM tidak stabil akibat kontaminasi dan kebocoran. Masalah ini juga berdampak pada efisiensi. Pembakaran yang terganggu membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros dari seharusnya. Perbaikan tangki keropos tidak selalu sederhana. Jika sudah parah, biasanya perlu dilakukan pelapisan ulang (coating) atau bahkan penggantian tangki baru. Kesimpulannya, tangki BBM keropos pada mobil bukan sekadar masalah sepele. Risiko yang ditimbulkan mencakup kebakaran, kerusakan sistem bahan bakar, hingga penurunan performa mesin, sehingga perlu segera ditangani dengan serius. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang