(Ilustrasi) Automechanika Ho Chi Minh City Gelaran Automechanika Jakarta akan dihelat pada 24 - 27 September 2026 mendatang. Pameran dagang B2B komponen otomotif bertaraf internasional ini menjadi perhelatan perdana di Indonesia.Sebagai penyelenggara, GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) bersama Messe Frankfurt akan menggelar Automechanika Jakarta di Nusantara International Convention Center (NICE) di PIK2, Tangerang.GIAMM merangkan kalau pameran Automechanika ini sangat penting bagi industri di Indonesia saat ini, khususnya industri komponen otomotif."Automechanika ini kan global brand, pameran seri dunia yang sudah dikenal banyak orang. Jadi kenapa kita mengadakan di Jakarta?" ujar Rachmad Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat ditemui di kantornya di Rawamangun, Jakarta Timur (16/4).Menurut Basuki, panggilannya, industri komponen di Indonesia kebanyakan suplai ke OE (Original Equipment), sedangkan yang joint venture gede-gede adalah pemain sudah terkenal. Sementara yang kecil-kecil belum."Nah kita coba promote yang bener-bener PMDN lah, nah ini kan, ya memang biasa mereka ikut pameran juga di seri dunia, tapi banyak juga ada yang gak ikut," ungakapnya."Gak ikut itu karena apa, macam-macam, bisa jadi kendala biaya, bisa jadi kendala bahasa, ya gak tahu juga, dengan adanya Automechanika ini kasih kesempatan ke anggota yang tadinya sulit memperkenalkan produk-produknya, nah disini bisa memperkenalkan di seri dunia ini," jelas Basuki lagi.Seperti diketahui, pamersan Automechanika telah digelar di berbagai negara, seperti Jerman, China, Dubai, Istambul, Malaysia, Vietnam dan lainnya.Rachmad Basuki Sekjen GIAMM, anggota GIAMM harus ekspor erientedDan setiap negara banyak peserta pameran yang diikuti oleh industri komponen otomotif berbagai negara, termasuk Indonesia yang menjadi langganan peserta."Di Automechanika banyak buyer (pembeli), kayak global buyer, mungkin kayak merek-merek besar, itu kan datang, syukur-syukur ketemu. Kalau supplier itu kan ada tier 1, tier 2, biasanya bisa jadi dia ketemu dengan tier 1 internasional, dia pake rantai pasok, kan matching gitu," imbuh pria yang pernah bertugas di Toyota Astra Motor ini.Orientasi Eskpor"Pengalaman kita beberapa kali ikut Automechanika, beberapa teman anggota GIAMM itu rasakan manfaatnya, meskipun bukan dibeli oleh merek yang kayak Hyundai, tapi suppliernya Hyundai butuh tier 2, tier 3, nah itu manfaatnya. Dan bisa nanti ngelink, bisa sebagai pijakan awal untuk bisa ekspor," tegasnya.Makanya kata Basuki, tujuan kita lebih ke situ, supaya anggota GIAMM ekspor oriented ."Cuma jalannya kan gak hal-hal mudah, selain bantuan pemerintah dengan free trade, terus dia juga pamerin (produknya, red) gitu, supaya dikenal."Apalagi katanya sekarang kementerian, mau kementerian perindustrian, perdagangan itu sama punya concern ke arah sana, ekspor.Tim Otohub.co berkunjung langsung ke Automechanika Shanghai 2025"Kita orientasinya harus ekspor, supaya kita tetap survive. Jadi kita mengandalkan pabrik-pabrik kendaraan boleh, tapi kita kalau ingin berkembang lebih pesat, kita harus bisa ekspor sendiri. Kan banyak teman-teman ini yang ngandalin hanya ke produksi, produksinya nanti diekspor kan gitu kan," ujarnya lagi."Nah coba sekarang mulai berpikir gimana bisa ekspor sendiri, caranya menurut saya dengan memperkenalkan diri ke buyer-buyer dunia, baik itu car maker, terus apa itu part maker, itu akan lebih baik, mumpung ini (Automechanika, red) di Indonesia," tukasnya.Nah, ini kesempatan buat supplier komponen otomotif Tanah Air untuk bisa join di Automechanika Jakarta 2026 September nanti.