Proyek mobil nasional listrik yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) masih terus berjalan dan kini berada pada fase pengembangan awal. Kendaraan listrik yang digadang-gadang menjadi produk karya anak bangsa tersebut ditargetkan dapat mulai dikirim ke konsumen pada 2028 mendatang. Presiden Direktur PT TMI Harsusanto menjelaskan, saat ini pengembangan mobil nasional Indigenous Indonesian Car (i2C) masih berfokus pada tahap desain. Proses tersebut mencakup perancangan awal hingga pembuatan clay model sebagai dasar visual dan proporsi kendaraan sebelum masuk ke tahapan teknis yang lebih kompleks. Setelah fase desain rampung, proyek akan berlanjut ke tahap engineering untuk memastikan seluruh aspek teknis kendaraan siap diproduksi. Selanjutnya, TMI akan menyiapkan show car dan prototyping sebagai representasi final sebelum masuk ke tahap produksi massal. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Dari sisi volume produksi, TMI telah menyusun rencana bertahap. Pada tahun pertama produksi, mobil nasional listrik ini ditargetkan bisa diproduksi sebanyak 10.000 unit. Jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap seiring kesiapan fasilitas dan pasar. Pada tahun kedua, kapasitas produksi ditargetkan naik menjadi 15.000 unit, lalu meningkat lagi pada tahun ketiga menjadi 25.000 unit. Peningkatan volume ini diharapkan sejalan dengan bertambahnya kepercayaan konsumen terhadap produk kendaraan listrik buatan dalam negeri. "Kalau sesuai milestone kita, itu 2028 sudah delivery ke konsumen. Jadi, 2028 itu milestone kita. Tapi, memang kita ini masih diskusi terus dengan Pindad," ujar Harsusanto, kepada Kompas.com, belum lama ini. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Kerja sama dengan PT Pindad masih terus dimatangkan untuk menentukan skema kolaborasi yang tepat. Menurut Harsusanto, pembagian peran antara kedua pihak masih dibahas secara intensif sebelum diumumkan secara resmi ke publik. "Nanti kita akan bicara, Pindad seperti apa, kita seperti apa, bagaimana kita berkolaborasi. Nanti, kita pasti akan umumkan ke publik," kata Harsusanto. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Lebih jauh, Harsusanto menilai perkembangan industri kendaraan listrik nasional akan semakin positif jika melibatkan banyak pelaku. Menurutnya, kehadiran banyak produsen justru akan memperkuat ekosistem dan mendorong inovasi. "China itu ratusan. Amerika banyak, tapi nanti akan tersaring," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang