Ilustrasi pameran mobil. Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan saat ini konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran bulanan. Karena itu, cicilan ringan dinilai menjadi pilihan yang lebih menarik dibanding tenor pendek dengan angsuran besar. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Sekarang lebih fleksibel. Ada customer yang bilang DP-nya dibesarkan supaya tenor dipendekkan, ada juga yang memilih DP kecil karena belum ada sumber dana besar untuk uang muka, sehingga tenornya dipanjangkan,” ujar Agung di Tangerang Selatan.Menurut dia, tenor delapan tahun sebenarnya bukan produk baru di industri pembiayaan kendaraan. Skema tersebut sudah tersedia sejak beberapa tahun lalu, namun kini kembali menjadi perhatian karena kondisi pasar otomotif sedang menghadapi tekanan daya beli.Agung menegaskan, opsi kredit panjang tidak serta-merta menunjukkan kemampuan finansial konsumen memburuk. Banyak konsumen yang justru memiliki kapasitas membeli, tetapi memilih menjaga arus kas bulanan agar tetap aman.Hal senada disampaikan Marketing and Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono. Menurut dia, tenor panjang saat ini lebih diposisikan sebagai pilihan tambahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen.“Biasanya customer tertarik karena ada pilihan sampai delapan tahun, tetapi tetap mereka berhitung lagi. Umumnya orang masih memilih empat sampai lima tahun supaya tidak terlalu lama,” kata Tri.Ia menjelaskan, utilisasi tenor delapan tahun saat ini juga belum mendominasi. Porsinya masih berada di kisaran 5 sampai 10 persen dari total pembiayaan kendaraan Daihatsu.Menurut Tri, pola kredit kendaraan saat ini menjadi semakin personal karena setiap konsumen memiliki prioritas keuangan berbeda. Ada yang ingin cicilan ringan demi menjaga pengeluaran rutin, ada pula yang memilih tenor pendek agar total pembayaran bunga lebih rendah.Di sisi lain, Agung menilai fleksibilitas pembiayaan menjadi penting karena mayoritas konsumen Daihatsu berasal dari segmen first car buyer. Kelompok ini dinilai lebih sensitif terhadap besaran cicilan bulanan dibanding sekadar harga kendaraan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Karena itu, Daihatsu bersama lembaga pembiayaan di bawah ekosistem Astra mulai menghadirkan berbagai paket kredit yang lebih adaptif terhadap kondisi konsumen.“Intinya sekarang lebih fleksibel dan kembali ke kebutuhan customer,” ujar Agung.