Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan yang tidak sesuai spesifikasi mesin masih kerap terjadi di kalangan pemilik mobil. Padahal, perbedaan oktan bisa berdampak langsung pada proses pembakaran di ruang mesin dan memicu masalah yang dikenal sebagai knocking atau ngelitik. Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor di Solo, mengatakan penggunaan BBM beroktan rendah bisa memicu knocking atau ngelitik pada mesin, yang umumnya ditandai dengan sejumlah gejala. “Gejala pertama biasanya ditandai dengan adanya bunyi ‘tik-tik’ dari mesin, terutama saat akselerasi menanjak,” ucapnya kepada Kompas.com, Senin (27/4/2026). Bunyi tersebut muncul akibat pembakaran yang tidak terkontrol di dalam ruang bakar, sehingga menimbulkan tekanan berlebih yang memicu suara ketukan. Ilustrasi komponen mesin mobil. Selain suara, performa mesin juga ikut terpengaruh dan menjadi salah satu gejala yang paling mudah dirasakan oleh pengemudi. “Tenaga terasa tertahan dan mobil seperti tidak mau lari,” ucapnya. Kondisi ini membuat akselerasi terasa berat dan tidak responsif, bahkan pada beberapa kasus mobil terasa seperti ‘ngempos’ saat pedal gas diinjak lebih dalam. Tak hanya itu, karakter kerja mesin juga berubah dari yang semula halus menjadi lebih kasar. “Mobil terasa lebih kasar dari biasanya dan kadang muncul getaran,” ucapnya. Getaran tersebut muncul akibat tekanan di dalam ruang bakar yang tidak merata, sehingga memengaruhi pergerakan piston dan komponen lainnya. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempercepat keausan komponen mesin. Lebih lanjut, Iwan mengatakan, gejala lain yang cukup terasa adalah peningkatan konsumsi bahan bakar. “Gejala terakhir yang umum dirasakan saat mobil ngelitik adalah BBM jadi lebih boros. Hal ini terjadi karena bensin terbakar sebelum waktunya atau terlalu cepat,” ucapnya. Ia menegaskan, penggunaan BBM dengan oktan yang sesuai spesifikasi mesin sangat penting untuk menjaga performa dan keawetan mesin. Jika knocking terus terjadi dalam jangka panjang, risiko kerusakan komponen seperti piston, ring piston, hingga dinding silinder akan semakin besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang