Kamera pengawas yang dipasang di lampu lalu lintas Lampu lalu lintas warna kuning kerap dianggap sepele oleh pengendara. Padahal, keberadaan warna ini punya peran krusial dalam keselamatan di persimpangan jalan. Bagi sebagian orang, lampu kuning justru memicu refleks untuk menambah kecepatan. Fungsi aslinya sering terlupakan karena dianggap hanya sebagai jeda singkat antara hijau dan merah.Pada awal kemunculannya, lampu lalu lintas bahkan belum mengenal warna kuning. Sistem pengatur lalu lintas pertama di abad ke-19 hanya mengandalkan perintah berhenti dan jalan. Disadur VIVA Otomotif dari Jalopnik, Rabu 7 Januari 2026, lampu lalu lintas bertenaga listrik mulai digunakan pada 1914. Namun saat itu hanya ada dua warna, merah dan hijau, tanpa peringatan sebelum sinyal berubah.Kondisi tersebut memicu banyak kecelakaan di persimpangan sibuk. Pengemudi sering tidak siap ketika lampu tiba-tiba berubah dari hijau ke merah. Masalah inilah yang mendorong lahirnya ide sinyal peringatan. Sejumlah penemu mulai mencari cara agar pengendara punya waktu untuk bereaksi. Salah satu tokoh penting dalam sejarah ini adalah Garrett Morgan. Ia menciptakan sistem sinyal yang memaksa semua arah berhenti sejenak sebelum lampu berubah. Temuannya dipatenkan pada 1923 dan menjadi dasar konsep lampu peringatan. Meski begitu, sistem Morgan belum menggunakan lampu kuning seperti sekarang. Lampu kuning modern justru diperkenalkan oleh William Potts, seorang polisi di Detroit. Ia merancang sistem tiga warna yang terinspirasi dari sinyal perkeretaapian. Di jalur kereta, warna kuning atau amber sudah lama berarti “hati-hati”. Potts mengadaptasi konsep tersebut ke lalu lintas jalan raya. Lampu lalu lintas tiga warna pertama dipasang pada 1920 di Detroit. Persimpangan tersebut dikenal padat dengan puluhan ribu kendaraan setiap harinya.Hasilnya terbukti efektif menekan kecelakaan. Sistem ini kemudian diadopsi luas di berbagai kota Amerika Serikat. Pada 1935, desain tiga warna resmi dijadikan standar nasional. Hingga kini, konsep tersebut nyaris tidak berubah di seluruh dunia.Secara psikologis, warna kuning dipilih karena mudah terlihat. Kuning berada di spektrum warna yang cepat ditangkap mata manusia. Warna ini memberi sinyal transisi, bukan perintah mutlak. Pengemudi diingatkan untuk bersiap berhenti atau menyelesaikan laju dengan aman.Page 1 of 1