Pemasangan lampu lalu lintas yang paling berbahaya adalah di ujung turunan. Hal ini disebabkan oleh risiko kendaraan besar yang mengalami rem blong dan menabrak pengguna jalan yang sedang berhenti menunggu lampu hijau. Sebagai contoh, kecelakaan fatal di Cibubur dan di Balikpapan beberapa tahun lalu terjadi karena ada pengguna jalan yang berhenti di ujung turunan, sehingga banyak korban jiwa yang tertabrak truk yang mengalami rem blong. Lampu merah setelah turunan fly over Cibinong Sebagai pengguna motor, sebenarnya lebih leluasa untuk berhenti di lampu merah. Jika mengetahui bahwa berhenti di ujung turunan berisiko, pengendara dapat mengantisipasi dengan berhenti di sisi kiri lajur. Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan bahwa sebagai pengendara motor, kita harus lebih berhati-hati dan dapat mengantisipasi setiap potensi bahaya. "Usahakan berhenti di lajur paling kiri agar lebih aman saat ada kendaraan yang mengalami rem blong," kata Agus kepada Kompas.com, Rabu (12/11/2025). Lajur kiri lebih aman untuk pengendara motor karena memudahkan untuk mengantisipasi saat ada kendaraan di belakang yang hilang kendali. Pengendara bisa bergeser ke kiri atau turun dari motor dan mengamankan diri. "Berhenti tidak perlu terlalu ke kiri, jangan sampai menghalangi kendaraan di belakang (yang mau belok kiri)," kata Agus. Tips lainnya adalah dengan mengecek spion untuk mengetahui kondisi di belakang pengendara. Jika terlihat ada kendaraan yang hilang kendali dari jauh, segera amankan diri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.