Bunyi berdecit pada rem mobil kerap membuat pengemudi khawatir. Meski sering dianggap sepele, suara ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman yang perlu segera diperiksa. Service Manager Honda Mandalasena Malang, M Taufik R, mengatakan, penyebab paling sederhana dari bunyi decit pada rem adalah kotoran yang menumpuk di area cakram atau kaliper. Debu dari sisa gesekan kampas rem, tanah, hingga partikel kecil lainnya dapat memicu gesekan berlebih saat pedal rem diinjak. Ilustrasi mengerem mobil. “Kalau berdecit itu biasanya kotor saja. Karena mungkin kotoran dari sisa-sisa kampas rem itu,” ujar Taufik, kepada Kompas.com (30/3/2026). Namun, selain faktor kotoran, ada beberapa penyebab lain yang juga perlu diwaspadai. Salah satunya adalah kampas rem yang sudah tipis atau aus. Ketika material kampas habis, bagian logamnya bisa langsung bergesekan dengan piringan cakram, sehingga menimbulkan suara berdecit yang cukup nyaring. Ilustrasi berkendara di musim hujan Kondisi cakram yang tidak rata atau bergelombang juga dapat memicu bunyi serupa. Permukaan yang tidak sempurna membuat kampas rem tidak menapak dengan baik, sehingga menghasilkan gesekan tidak merata. Selain itu, rem yang basah atau lembap. Misalnya setelah mencuci mobil atau melewati genangan air, juga bisa menimbulkan bunyi decit sementara. Meski biasanya akan hilang setelah beberapa kali pengereman, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Faktor lain yang sering luput adalah kurangnya pelumasan pada komponen mekanis rem, seperti pin kaliper. Jika bagian ini kering, gesekan antar logam bisa menimbulkan suara derit. Ilustrasi kampas rem mobil Tak kalah penting, kualitas kampas rem juga berpengaruh. Kampas rem dengan material keras atau kualitas rendah cenderung lebih mudah menimbulkan bunyi saat digunakan. Untuk mengatasinya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Mulai dari memeriksa kondisi kampas rem dan menggantinya jika sudah menipis, membersihkan area rem dengan cairan khusus (brake cleaner), hingga melakukan bubut cakram jika permukaannya tidak rata. Jika suara berdecit masih terus muncul meski sudah dilakukan penanganan awal, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke bengkel terpercaya. Dengan penanganan yang tepat, sistem pengereman akan kembali optimal dan perjalanan pun menjadi lebih aman serta nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang