Menimbun Biosolar dalam waktu lama sangat tidak disarankan. Selain menjadi praktik ilegal, kualitas BBM jenis ini tak mampu bertahan lama. Biosolar pada dasarnya tidak memiliki masa kedaluwarsa seperti makanan atau minuman. Artinya, tidak ada tanggal pasti yang menentukan bahan bakar ini langsung tidak bisa digunakan setelah waktu tertentu. Namun, bukan berarti biosolar bisa disimpan selamanya tanpa risiko. Dalam praktiknya, kualitas biosolar dapat menurun jika disimpan terlalu lama, terutama di dalam tangki kendaraan atau wadah yang tidak ideal. Esa, pemilik bengkel resmi Denso, Esa Diesel Solo mengatakan penurunan kualitas pada biosolar sering disalahartikan sebagai “kedaluwarsa”. Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah perubahan sifat kimia dan fisik bahan bakar akibat pengaruh lingkungan. “Salah satu penyebab utama adalah kontaminasi air. Air bisa masuk melalui kondensasi di dalam tangki, terutama saat terjadi perubahan suhu antara siang dan malam,” ucap Esa kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Puluhan kendaraan antre Solar di SPBU Jalan Trunojoyo Pamekasan, Jumat (31/10/2025) Selain air, biosolar juga rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Kandungan biodiesel dari bahan nabati membuatnya lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Mikroorganisme ini dapat menghasilkan lumpur atau endapan yang mengganggu sistem bahan bakar. Jika dibiarkan, endapan tersebut bisa menyumbat filter dan injektor mesin diesel. “Kami pernah melakukan penelitian terhadap Biosolar, dicampur dengan zat pemisah, hasilnya endapan air berkumpul di dasar, artinya kandungan air ini cukup tinggi dan dapat mengganggu kinerja mesin diesel,” ucap Esa. Ilustrasi penimbun solar bersubsidi ditangkap. Polres Situbondo Polda Jatim melakukan penangkapan terhadap 2 pelaku penimbunan bahan bakar subsidi jenis solar sebanyak 1 ton di Kecamatan Besuki. Biosolar juga lebih mudah mengalami oksidasi dibanding solar murni. Proses ini menyebabkan perubahan warna, bau, serta menurunkan kemampuan pembakaran bahan bakar. Akibatnya, performa mesin bisa menurun. Mesin dapat terasa lebih berat, sulit dihidupkan, atau bahkan tersendat saat digunakan dalam perjalanan. Untuk itu, ada batas waktu penggunaan yang disarankan, meskipun tidak resmi. Idealnya, biosolar digunakan dalam waktu relatif singkat setelah pengisian, terutama jika kendaraan jarang dipakai. “Usahakan biosolar habis dalam waktu seminggu untuk menghindari penurunan kualitas dan terjadi endapan,” ucap Esa Selain itu, kondisi penyimpanan sangat berpengaruh. Tangki yang bersih, tertutup rapat, dan minim paparan udara dapat membantu menjaga kualitas biosolar lebih lama. Penjelasan Pertamina Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jawa Bagian Tengah, PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan mengatakan penimbunan BBM untuk tujuan dijual kembali secara ilegal merupakan tindak kriminal. Cek harga Pertamax hari ini, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 per provinsi yang berlaku sejak 1 Februari 2026. “Terkait seperti apa kualitas BBM yang ditimbun, tentu berada di luar kendali kami, seperti apa penyimpanannya, apakah ditambah aditif dan sebagainya,” ucap Taufiq kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026). Kalau hanya bicara menimbun, Pertamina dalam praktiknya juga melakukan penimbunan. Hanya saja melalui prosedur dan kontrol kualitas yang ketat sehingga kualitasnya dapat dipertangjawabkan. Pendapat ahli Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady mengatakan, penyimpan BBM di tangan konsumen masih bisa ditoleransi 3-6 bulan. Nur Aini menuntun motornya usai mengisi Pertalite di SPBU, Selasa (28/10/2025). “Tergantung penyimpan dan jenisnya, umumnya BBM yang mengandung nabati seperti Biosolar lebih cepat mengalami degradasi,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026). Tempat penyimpanan yang ideal adalah tangki yang kedap udara. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkan terjadi pada tangki BBM pada kendaraan. Ahli Konservasi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan tangki BBM pada kendaraan bukan tempat ideal menyimpan BBM. “Adanya uap air di dalam tangki BBM kendaraan memungkinkan terjadinya kondensasi, sehingga uap air bisa mengendap dan menurunkan kualitasnya,” ucap Tri kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Kesimpulannya, Biosolar sebaiknya tidak ditimbun oleh konsumen, karena memiliki batas ketahanan kualitas. Oleh karena itu, penggunaan secara rutin dan penyimpanan yang baik sangat penting untuk menjaga performa mesin kendaraan tetap optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang