Pirelli Diablo Rosso Sport untuk motor matik Pernah merasa motor terasa berat, kurang stabil, atau malah terlalu memantul padahal mesin terasa normal. Anehnya, banyak pengendara langsung menuduh suspensi atau kondisi jalan tanpa mengecek satu hal sederhana yang sering luput dari perhatian. Komponen ini tidak berbunyi, tidak berbau, dan jarang terlihat bermasalah secara kasat mata. Namun jika kondisinya tidak tepat, dampaknya bisa merambat ke mana-mana, mulai dari kenyamanan berkendara hingga keselamatan di jalan.Menariknya, kesalahan pada bagian ini sering terjadi di dua sisi ekstrem. Ada yang membiarkannya kurang karena takut keras saat dipakai, ada pula yang justru berlebihan demi mengejar rasa ringan dan responsif. Padahal, baik kondisi kurang maupun berlebihan sama-sama menyimpan risiko. Perbedaannya hanya pada bagaimana efeknya dirasakan saat motor mulai diajak melaju dan bermanuver.Bagian yang dimaksud adalah tekanan angin pada ban motor. Meski terlihat sepele, tekanan ban memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan, daya cengkeram, dan efisiensi berkendara. Jika tekanan ban terlalu rendah, motor akan terasa lebih berat saat dikendarai. Kondisi ini membuat ban bekerja lebih keras karena area kontak dengan aspal menjadi lebih luas dari seharusnya. Dampaknya bukan hanya pada rasa berkendara yang kurang nyaman. Ban juga lebih cepat aus dan konsumsi bahan bakar cenderung meningkat karena hambatan gulir yang lebih besar. Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi juga menimbulkan masalah tersendiri. Tapak ban tidak menempel sempurna di permukaan jalan sehingga traksi justru berkurang.Kondisi tersebut membuat motor terasa lebih kaku, terutama saat melewati jalan rusak atau bergelombang. Risiko tergelincir juga meningkat, khususnya saat menikung atau melakukan pengereman mendadak.Pabrikan motor sebenarnya sudah menetapkan standar tekanan ban yang ideal. Informasi ini biasanya tercantum di buku manual atau stiker khusus pada rangka motor.Tekanan ban ideal bisa berbeda tergantung kondisi penggunaan. Berkendara sendiri tentu berbeda kebutuhannya dibandingkan saat berboncengan atau membawa muatan berat.Pemeriksaan tekanan ban sebaiknya dilakukan secara rutin dalam kondisi ban dingin. Mengecek setelah motor dipakai dapat menghasilkan angka yang kurang akurat karena udara di dalam ban memuai.