Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez Alex Marquez harus menelan kenyataan pahit di seri penutup MotoGP 2025 di Valencia. Pembalap Gresini Racing itu sebenarnya datang dengan modal kuat usai meraih kemenangan mengejutkan di sprint race. Namun, harapan untuk mengulang kesuksesan di balapan utama langsung kandas hanya lima lap setelah start. Penyebabnya? Masalah serius pada ban belakang yang membuat motornya kehilangan performa secara drastis.Disadur VIVA Otomotif dari Crash, Senin 17 November 2025, pada balapan hari Minggu, Marquez sempat tampil menjanjikan dengan mengikuti pace Marco Bezzecchi yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Keduanya bahkan berhasil menjauh dari kelompok belakang di fase awal lomba. Namun momentum itu tidak bertahan lama. Masuk lap kelima, Marquez merasakan penurunan grip yang tiba-tiba pada ban belakang medium yang ia gunakan.“Kami tidak mengubah apa pun,” ujarnya ketika ditanya apakah masalah itu terkait setelan motor. “Kami coba sesuatu di sesi pemanasan, tapi saya tidak merasa nyaman. Jadi kami pakai setelan yang sama seperti kemarin.” Meski start bagus dan sempat membayang-bayangi Bezzecchi, performa Marquez langsung anjlok di lap lima hingga tujuh. Ia merasakan getaran hebat di bagian belakang, membuat motornya sulit dikendalikan. Situasi ini memaksanya bertahan sekadar untuk menyelesaikan balapan, bukan lagi bersaing di depan. “Dari momen itu sampai finis, saya menderita. Lima belas lap terakhir itu sangat berat,” katanya. “Lebih baik masalah seperti ini muncul sekarang ketimbang di tengah musim 2026. Setidaknya kami bisa memahaminya pada tes hari Selasa.” Yang membuatnya makin bingung, penurunan grip terjadi ketika ban belakang belum mencapai temperatur kerja optimal. Secara teori, dalam lima lap pertama ban hanya terpakai sekitar 15 persen, sehingga kehilangan daya cengkeram secepat itu dianggap tidak wajar.“Saya merasakan getaran dan drop khususnya di sisi kiri, bahkan saat di trek lurus,” jelas adik Marc Marquez tersebut.Walau akhirnya hanya finis keenam dan bahkan disalip rekan setimnya, Fermin Aldeguer, di tikungan terakhir, Marquez tetap mencoba mengambil sisi positif. Baginya, masalah ban belakang ini menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki gaya balap sekaligus memahami karakter motornya sebelum memasuki musim baru.