Motor yang sempat terendam banjir sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa pemeriksaan menyeluruh. Air dan lumpur bisa masuk ke berbagai celah komponen, menimbulkan kerusakan tersembunyi yang baru terasa setelah beberapa waktu. Karena itu, sejumlah bagian motor perlu dibongkar untuk memastikan tidak ada sisa air yang berpotensi merusak fungsi maupun keawetan komponen. Menurut Agung, teknisi Vansy Motor di Tangerang, pembongkaran bertujuan memastikan seluruh bagian yang berisiko kemasukan air benar-benar bersih dan kering. Pemeriksaan visual saja tidak cukup, karena air banjir bisa tertahan di dalam rumah komponen. “Kalau motor sudah terendam, ada beberapa bagian yang wajib dibongkar. Jangan cuma dikeringkan dari luar, karena air dan lumpur bisa tertinggal di dalam,” kata Agung kepada Kompas.com, Sabtu (24/1/2026). Agung menjelaskan, sistem kelistrikan menjadi prioritas utama untuk dibongkar dan dicek. Soket kabel, konektor, dan rumah sekring rawan kemasukan air yang dapat memicu karat dan korsleting. Pembersihan biasanya dilakukan dengan cairan khusus agar oksidasi tidak berkembang. Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang terendam banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Banjir setinggi 50-60 cm akibat hujan berintensitas tinggi serta buruknya sistem drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Ika Maryani/tom. Bagian mesin juga perlu perhatian khusus, terutama filter udara dan saluran masuk udara. Jika air banjir sempat masuk, sisa lumpur dapat mengganggu suplai udara ke ruang bakar dan berdampak pada performa mesin. Oli mesin pun wajib dikuras dan diganti karena berpotensi tercampur air. Pada motor matik, area CVT menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan. Rumah CVT perlu dibongkar untuk membersihkan kampas ganda, roller, dan v-belt dari air serta lumpur. Jika dibiarkan, komponen tersebut bisa selip dan mempercepat keausan. Komponen pengereman juga disarankan untuk dibongkar, terutama kaliper dan kampas rem. Endapan lumpur yang menempel dapat mengurangi daya cengkeram dan memicu bunyi saat pengereman. Selain itu, bearing roda perlu diperiksa karena air banjir bisa menghilangkan pelumas dan memicu karat. “Walaupun ribet dan makan waktu, tapi itu cara paling aman. Kalau enggak dibongkar, kerusakan bisa muncul bertahap dan biayanya justru lebih mahal,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang