Penggantian busi motor merupakan bagian penting dari perawatan rutin yang sering dianggap sepele. Padahal, komponen kecil ini memiliki peran besar dalam proses pembakaran mesin. Namun faktanya, motor masih bisa menyala normal ketika busi belum diganti sesuai jadwalnya. Simak penjelasan ahli berikut kenapa hal itu bisa terjadi. Gio, pemilik bengkel motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan jadwal penggantian busi diberikan untuk memberikan kenyamanan konsumen. “Tujuannya untuk mengganti komponen sebelum rusak, agar konsumen tidak mengalami kendala di tengah perjalanan,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Selasa (7/4/2026). Ketika busi sudah benar-benar rusak, tak mampu memercikkan bunga api, maka motor bakal mogok atau mati total. Hal ini jarang terjadi pada motor yang dirawat. “Misal terlambat ganti busi kembung dampaknya tidak langsung mogok, tapi penurunan performa secara bertahap, penurunan kemampuan busi terjadi perlahan,” ucap Gio. Huda, pemilik bengkel motor di Kebontemu, Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memperbaiki beberapa motor yang diduga mogok akibat bahan bakar pertalite, Selasa (28/10/2025). Terkadang, busi tidak langsung mati total melainkan terjadi penurunan kualitas percikan bunga api yang berdampak pada performa motor. “Awalnya brebet, tenaga kurang responsif, konsumsi BBM terasa lebih boros, ini dampak umum ketika busi sudah mulai lemah,” ucap Gio. Secara umum, busi standar berbahan nikel perlu diganti setiap 8.000 hingga 10.000 Km. Interval ini bisa berbeda tergantung pemakaian dan kondisi motor. Ilustrasi busi mobil Untuk busi jenis platinum, masa pakainya lebih panjang, yaitu sekitar 15.000 hingga 20.000 Km. Materialnya lebih tahan panas dan aus dibanding busi biasa. Sementara itu, busi iridium memiliki umur pakai paling lama, bisa mencapai 20.000 hingga 40.000 Km. Harganya lebih mahal, tetapi performanya juga lebih stabil. “Kondisi penggunaan sangat mempengaruhi usia busi. Motor yang sering dipakai di kemacetan atau jarak pendek cenderung membuat busi lebih cepat kotor,” ucap Gio. Manfaat utama mengganti busi adalah menjaga pembakaran tetap sempurna. Percikan api yang optimal membuat campuran bahan bakar terbakar lebih efisien. Dampaknya, tenaga mesin menjadi lebih responsif. Tarikan terasa ringan dan motor tidak mudah ngempos saat digas. Selain itu, konsumsi bahan bakar juga lebih hemat. Mesin tidak perlu bekerja lebih keras karena proses pembakaran berjalan optimal. “Busi yang baik juga membantu mesin lebih halus dan mudah dinyalakan. Risiko mesin brebet atau mati mendadak dapat diminimalisasi,” ucap Gio. Karena itu, penting untuk rutin memeriksa dan mengganti busi sesuai jadwal. Perawatan sederhana ini dapat menjaga performa motor tetap prima dan memperpanjang umur mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang