Praktik pedagang mobil bekas nakal masih menjadi kekhawatiran sebagian konsumen hingga saat ini. Mulai dari manipulasi odometer, menyembunyikan riwayat tabrakan, hingga menyamarkan kondisi kendaraan disebut masih kerap ditemukan di pasar mobil bekas. Namun di sisi lain, tidak sedikit pedagang yang kini justru terbuka terhadap proses inspeksi kendaraan demi menjaga kepercayaan konsumen. Singgih dari Willies Mobil di Depok, Jawa Barat, mengatakan kekhawatiran konsumen terhadap showroom mobil bekas sebenarnya sudah ada sejak lama. Showroom mobil bekas Hapsari Motor, di Kelapa Dua, Depok. “Kalau masalah yang berkaitan dengan inspektor begitu ya, konsumen takut diakalin oleh showroom, itu dari dulu, dari zaman saya balum dagang mobil (bekas) juga ada ketakutan itu, datang ke showroom dan mobil sudah diakal-akalin,” ujar Singgih kepada Kompas.com, awal pakan ini di Depok, jawa Barat. Menurut dia, praktik manipulasi kondisi mobil bekas memang bukan hal baru di industri kendaraan seken. “Kilometer direndahin, mobil bekas tabrak dibilang aman, yang nakal dan tidak nakal sudah ada dari dulu. Sekarang pun juga masih ada. Banyak yang masih mundurin kilometer,” kata dia. Singgih menjelaskan, jasa manipulasi odometer bahkan kini semakin mudah ditemukan secara terbuka di media sosial maupun marketplace daring. “Justru sekarang jasa mundurin kilometer juga ada, cari di marketplace ada. Jangankan pedagang, konsumen yang mau jual sendiri dan mau menurunkan kilometer cari saja di Facebook, banyak. Bahkan istilahnya konsumen bener dan nakal juga ada sampai sekarang,” ujarnya. Showroom mobil bekas Salman Auto Mobilindo, di Kelapa Dua, Depok. Jasa Inspeksi Independen Karena itu, menurut Singgih, keberadaan jasa inspeksi independen menjadi penting untuk membantu konsumen mengetahui kondisi asli kendaraan sebelum melakukan transaksi. Ia mengatakan pedagang yang benar-benar menjaga kualitas mobil dagangannya umumnya tidak akan keberatan jika unit diperiksa secara detail oleh inspektor independen. “Tapi kalau pedagang nakal pasti sudah menolak inspektor. Sekarang logikanya begini, dia mau jual barang busuk dengan penilaian objektif, tanpa dibacain detail, orang yang sudah tahu cara pengecekan mobil pasti sudah mundur,” kata Singgih. Hal senada juga dinungkap Rio Ferdiansyah, pemilik showroom mobil bekas Elite Car yang mengatakan, jasa inspektor mobil bekas tentu bukan musuh bagi pedagang mobil bekas atau showroom. Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok “Hadirnya mereka (inspektor) justru bisa membantu konsumen, dan pihak showroom dalam menghadirkan unit yang sesuai dengan harapan konsumen, kami terbuka,” ucap Rio. Calon pembeli yang awam soal seluk beluk mobil, memang sepatutnya mengajak tenaga ahli untuk memeriksa unit yang akan dipilih. Namun Rio meminta kepada inspektor untuk menyampaikan hasil pemeriksaan dengan bijak, terlebih lagi kondisi unit yang dicek ialah bekas bukan baru. Alasannya ialah komponen pada mobil bekas tidak bisa disamakan dengan unit baru. Sehingga, ada beberapa komponen yang kondisinya sudah aus karena pemakaian. “Bukan tidak boleh menyampaikan komponen yang mulai aus, tapi tolong disampaikan dengan benar, misal kondisinya sudah aus 70 persen, artinya komponen tersebut masih bisa dipakai, bukan harus diganti,” ucap Rio. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang