Pabrik produksi mobil listrik BYD di Changzhou Dalam sebuah pertemuan dengan tim investasi Warren Buffett, CEO BYD Wang Chuanfu membuat semua orang tercengang. Ia meminum cairan elektrolit dari baterai buatan perusahaannya untuk membuktikan bahwa produk mereka aman dan bersih. Banyak yang menganggapnya aneh, tapi sekarang, Wang terbukti sebagai jenius di balik kebangkitan mobil listrik dunia.Dalam waktu kurang dari 30 tahun, BYD berubah dari pabrik baterai kecil di Shenzhen menjadi raksasa otomotif global yang menyaingi Tesla. Kini BYD menjual lebih dari tiga juta mobil listrik dan hybrid setiap tahun, mengekspor ke lebih dari 60 negara, dan memproduksi baterai “Blade Battery” yang bahkan mulai digunakan oleh Tesla. Pada 2024, nilai perusahaan ini mencapai sekitar US$110 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan swasta paling bernilai di Tiongkok.Seperti dilansir VIVA Otomotif dari Elpais, Senin 27 Oktober 2025, dengan kekayaan pribadi sekitar US$24 miliar, Wang Chuanfu masuk dalam jajaran orang terkaya di negaranya. Namun, gaya hidupnya tetap sederhana. Ia kerap bepergian dengan pesawat kelas ekonomi, membawa koper sendiri, dan masih makan di kantin karyawan BYD. Selama bertahun-tahun, ia bahkan tinggal bersama istri dan anaknya di perumahan milik perusahaan. Perjalanan hidup Wang dimulai dari desa miskin di Tiongkok. Ia adalah anak bungsu dari delapan bersaudara dan menjadi yatim piatu saat remaja. Namun berkat dukungan kakak-kakaknya, Wang bisa kuliah di Central South University, lalu melanjutkan studi pascasarjana di bidang teknologi baterai di Beijing. Tahun 1995, di usia 29 tahun, Wang mendirikan BYD dengan modal pinjaman 250 ribu yuan (sekitar Rp600 juta) dari sepupunya, Lu Xiangyang. Dalam lima tahun, BYD sukses menjadi salah satu produsen baterai ponsel terbesar di dunia.Tahun 2003, Wang mulai masuk industri otomotif dengan membeli pabrikan kecil dan meluncurkan mobil sedan murah BYD F3 yang laris di pasar Tiongkok.Pada 2008, Wang berani mengambil langkah besar dengan meluncurkan mobil hybrid dan listrik pertama BYD. Meski banyak yang meragukan, investor legendaris Charlie Munger dan Warren Buffett melihat potensi besar di sana.Berkshire Hathaway lalu menanamkan investasi US$232 juta untuk membeli 9,9 persen saham BYD, dan nilai saham perusahaan pun melonjak tajam.Kini, BYD resmi menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia. Elon Musk, yang dulu pernah menyepelekan BYD, akhirnya mengakui bahwa mobil buatan BYD “sangat kompetitif.”Dari anak petani miskin hingga menjadi raja mobil listrik dunia, Wang Chuanfu membuktikan bahwa mimpi besar bisa benar-benar mengubah dunia.