Banyak mobil bekas dipasarkan di media sosial dengan status “Matel on”. Sepintas unit lebih menarik karena banderolnya cenderung lebih murah dengan tahun lansiran sama. Mobil bekas dengan keterangan “Matel on” perlu dihindari lantaran unit tersebut artinya punya masalah. Rupanya, pedagang mobil bekas juga tidak berkenan menjual unit dengan kondisi tersebut. Taufik Trisna, pedagang mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten mengatakan pihaknya tak pernah menjual mobil bekas dengan status “Matel on” karena tak mau ambil risiko. “Saya selalu menjual mobil bekas yang surat-suratnya lengkap, kalau “Matel on” itu kan pasti buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB)-nya tidak ada, jadi hanya surat tanda nomor kendaraan (STNK) saja,” ucap Taufik kepada KOMPAS.com, Senin (10/11/2025). Bila BPKB tidak ada pada mobil bekas, kemungkinannya bisa cukup beragam. Seperti hilang, rusak, kendaraan digadai atau kredit yang belum lunas. “Saya tidak begitu tahu apa saja faktor mobil yang membuatnya tak memiliki BPKB, yang pasti bila kondisinya demikian, tak akan saya beli untuk dijual lagi, terlalu berisiko,” ucap Taufik. Deretan mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten Kata “Matel” sendiri merupakan akronim dari mata elang yang merujuk pada profesi debt collector. Matel on artinya mobil dalam status pengawasan atau pencarian oleh pihak ketiga. Azas Tigor Nainggolan, Advokat dan Analis Kebijakan Transportasi mengatakan istilan “Matel on” atau “Matel off” pada mobil bekas menunjukkan ada kejanggalan. “Jangan pernah beli mobil bekas dengan embel-embel “Matel on”, artinya unit tersebut sedang diincar oleh debt collector, sehingga mobil yang kita beli rawan ditarik oleh leasing,” ucap Tigor kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Debt collector bisa saja menyita unit mobil bekas yang dibeli dengan status “Matel on”, bila sudah mengantongi izin penyitaan dari pengadilan. Unit mobil bekas dengan status “Matel on” juga berpotensi menjadi barang curian lantaran tidak memiliki dokumen lengkap. “Sebaiknya, setiap membeli mobil bekas sekaligus diperiksa ke polisi terkait registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, untuk memastikan unit bukan hasil curian, takutnya nanti unit bisa disita sebagai barang bukti,” ucap Tigor. Bursa mobil bekas di Mal Blok M Adhi Purnama, Deputi Direktur BCA Finance mengatakan saat membeli kendaraan bekas sebaiknya konsumen memastikan terlebih dahulu kondisi BPKB-nya, apakah ada di tangan penjual atau tidak. “Bila ternyata konsumen terlanjur membeli kendaraan yang statusnya kredit bermasalah, maka sebaiknya berkomunikasi dengan pihak leasing untuk menuntaskan kewajiban pemegang kendaraan sebelumnya,” ucap Adhi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Jadi, membeli mobil bekas dengan keterangan “Matel on” berpotensi mendapatkan unit kredit macet, barang gadai atau curian. Maka dari itu sebaiknya konsumen menghindarinya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.