Pemerintah memutuskan untuk tidak memberikan subsidi pada pembelian motor listrik sepanjang tahun 2025. Meski begitu, minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan itu ternyata masih bertahan. Hal ini terlihat dari capaian penjualan motor listrik nasional yang masih berada di angka 55.059 unit berdasarkan data SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe), atau selisih 22.019 unit, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, menyebut bahwa penurunan tersebut tidak mencerminkan melemahnya pasar. Justru, menurutnya, performa penjualan 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan motor listrik sudah mulai berdiri di atas kesadaran konsumen, bukan lagi semata karena insentif fiskal. “Ya, tahun lalu (tahun 2024) 77.000 unit, sekarang (tahun 2025) 55.000 unit. Kelihatannya enggak banyak selisihnya,” ujar Budi, kepada Kompas.com (5/1/2026). “Menurut saya, bila dibandingkan tahun lalu, tahun lalu kan ada subsidi, sekarang tidak ada subsidi, tapi angkanya masih cukup lumayan tinggi. Artinya minat masyarakat dan industri tetap bertumbuh. Masyarakat masih banyak yang membeli,” kata dia. Motor listrik Yadea di Jakarta Lebaran Fair 2025 Ia menilai, salah satu faktor pendorong utama adalah semakin masifnya penetrasi kendaraan listrik roda empat di berbagai kota besar. Munculnya ekosistem EV yang lebih besar membuat masyarakat mulai melihat motor listrik sebagai pilihan mobilitas yang efisien dan ekonomis untuk penggunaan harian. “Sekarang di Indonesia mobil listrik cukup marak dan sudah merata di beberapa kota besar. Begitu mobil listrik berkembang, orang pasti melihat motor listrik juga,” ucap Budi. Jajaran motor listrik Honda Selain itu, masyarakat dinilai semakin memahami manfaat efisiensi biaya operasional motor listrik. Dari penghematan energi, perawatan yang lebih sederhana, hingga biaya penggunaan jangka panjang yang lebih rendah dibandingkan motor konvensional. “Asumsi masyarakat sekarang semakin memahami bahwa efisiensi itu ada di kendaraan listrik,” kata Budi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang