Produsen roda dua asal Indonesia, ALVA, mengklaim konsumen mulai terbiasa membeli motor listrik tanpa subsidi. Hal itu terbukti melalui penjualan kendaraan yang pelan-pelan mulai pulih.Chief Executive Officer (CEO) ALVA, Purbaya Pantja mengatakan, penjualan motor listrik sempat terdampak ketika pemerintah menghentikan subsidi Rp 7 juta/unit. Namun, beberapa bulan terakhir, permintaan kembali membaik. "Seharusnya sudah terbiasa (tanpa subsidi), karena tahun lalu itu menjadi tahun transisi. Ketika itu, kalau kita cerita mengenai subsidi, ditiadakan pemerintah karena kuotanya sudah habis di kuartal ke-4 2024," ujar Purbaya saat ditemui di Ampera, Jakarta Selatan, Rabu malam (10/3)."Jadi kalau kita hitung berarti sudah lebih dari setahun (tanpa insentif). Maka, kalau dibilang apakah konsumen terbiasa, saya rasa sudah," tambahnya.Motor listrik ALVA. Foto: ANTARA FOTO/Darryl RamadhanMenurut Purbaya, budaya konsumen dalam membeli motor listrik juga mengalami perubahan. Bukan hanya terbiasa dengan harga asli, mereka juga terbiasa membeli kendaraan tanpa test ride."Pengguna ALVA udah tahu banget apa yang mereka inginkan saat melakukan pembelian motor listrik. Jadi dengan ini kami sangat senang banget, bahwa beberapa konsumen kami sudah tidak melakukan test ride lagi. Intinya, mereka sudah mengenal motor listrik," tuturnya.Purbaya mengklaim, penjualan motor listriknya mengalami peningkatan tahun lalu. Meski merasa bangga, namun pihaknya tak mau berpuas diri. Dia harap angkanya kembali meningkat tahun ini."Kalau dilihat penjualan kami secara keseluruhan dibandingkan 2024, ALVA kalau dari jumlah unit yang terjual sebenarnya meningkat. Jadi kita senang baik secara industri dan brand, dengan apa yang sudah kami berikan, ternyata dihargai masyarakat," tambahnya.Sayangnya, ketika ditanya angka, Purbaya tak bisa mengurainya secara detail. Namun, dia memastikan, nominalnya membuat ALVA bangga. Dia harap, peningkatan penjualan makin terasa tahun ini."Total kita belum bisa kasih, tapi kalau kita lihat dari penjualan kami, bahwa di bulan November tahun lalu, kita sudah bisa mencapai produksi 10 ribu unit," ungkapnya."Saya juga ingin sampaikan 10 ribu unit itu sebagian besar model premium dengan harga Rp 30-40 jutaan. Saya bangga bisa mencapai milestone itu, kita berharap tahun ini bisa ditingkatkan, karena selain premium sekarang kita punya entry level," kata dia menambahkan.