Penjualan motor listrik 2025 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Alva, salah satu brand motor listrik Indonesia mengklaim penjualannya malah naik dari tahun lalu.Chief Executive Officer Alva, Purbaja Pantja tidak mengungkap secara spesifik berapa total penjualan merek Alva, namun ia memastikan ada kenaikan."Volume kita di tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2024 itusebenarnya meningkat," ujar Purbaja di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Purbaja menunjuk satu nama: Alva N3. Kehadiran model baru ini dianggap menjadi pendongkrak utama (volume maker) karena menyasar segmen pasar yang lebih luas."Dan balik lagi, itu karena sebagian juga karena tentunya sekarang kita sudah punya N3, ya. N3 mampu memberikan daya tarik yang lumayan tinggi ke pasar karena harganya, kemampuannya, dan lain-lain," jelas Purbaja.Alva N3 memang didesain untuk menjangkau konsumen yang mencari keseimbangan antara harga yang kompetitif namun tetap memiliki performa khas Alva.Selain faktor produk, strategi skema kepemilikan juga menjadi kunci. Sejak Juni 2025, Alva meluncurkan program sewa baterai yang ternyata disambut baik oleh masyarakat. Skema ini berhasil memangkas harga beli motor secara signifikan sehingga lebih terjangkau."Tapi secara volume,kita sebenarnya naik.Dan balik-balik lagi,itu karena sebagian juga,karena tentunya sekarang kita sudah punya N3, ya," kata Purbaja."N3 juga mampu memberikan daya tarik yang lumayan tinggi ke pasar karena harganya dan juga kemampuannya dan lain-lain," terang dia."Hal-hal yang berhubungan dengan program baterai sewa kita, sewa baterai kita, yang juga kita lakukan di bulan Juni (tahun 2025), yang sepertinya juga berhasil," sambungnya lagi.Dengan kombinasi model baru yang ekonomis (N3) dan program sewa baterai, Alva tampaknya berhasil mengatasi hambatan utama adopsi motor listrik di Indonesia, yakni masalah harga awal yang tinggi.Menurutnya, pasar kini bergerak dari tahap pengenalan menuju tahap pertimbangan kualitas dan performa."Kalau kita lihat perjalanan industri motor listrik di Indonesia, sebenarnya edukasi dan awareness itu terus meningkat. Dulu pertanyaannya sangat basic, seperti 'kalau hujan kesetrum enggak?'. Sekarang sudah berubah, orang lebih banyak bertanya soal performa. Itu menurut saya sinyal yang sangat baik," ujar Purbaja.Ya, meski tahun 2025 tak ada insentif, sejumlah produsen motor listrik di Indonesia bisa menyiasatinya dengan sistem sewa baterai yang membuat harga OTR motor listrik terlihat kompetitif.Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat, penjualan motor listrik tahun 2025 hanya mencapai 55.059 unit, turun dari tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit.