JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan sepeda motor listrik nasional mengalami penurunan tajam sepanjang 2025. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mencatat kontraksi penjualan setelah tidak lagi berlakunya insentif pembelian dari pemerintah. Katalis Hilang Booth motor listrik MAB di PEVS 2025 Sekretaris Jenderal Aismoli Hanggoro Ananta mengatakan, insentif pembelian kendaraan bermotor listrik roda dua sebesar Rp7 juta yang digulirkan pemerintah dua tahun lalu terbukti menjadi katalis utama pertumbuhan pasar. “Kebijakan ini memberikan dampak yang sangat positif terhadap penjualan, khususnya di anggota Aismoli,” ujar Sekretaris Jenderal Aismoli Hanggoro Ananta, dalam Diskusi Publik Insentif Kendaraan Listrik yang digelar Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) di Jakarta, Selasa (23/12/2025). Namun, ketika insentif tersebut dihentikan, pasar langsung mengalami tekanan berat. Booth motor listrik Pacific di GIIAS 2025 Penjualan motor listrik dalam negeri pun anjlok. “Penjualan mengalami kontraksi yang cukup dalam, sekitar 60–70 persen secara total di anggota kami. Ini membuktikan bahwa intervensi pemerintah, khususnya dari sisi fiskal, memberikan dampak yang sangat nyata terhadap penjualan sepeda motor listrik di Indonesia,” ucap Hanggoro. Kondisi Serupa di Negara Lain Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di beberapa negara lain, di mana kebijakan fiskal berkontribusi besar terhadap adopsi kendaraan listrik. “Jika dibandingkan dengan India, penetrasi motor listrik di sana sangat tinggi berkat program FAME 1–3. Data menunjukkan penjualan mencapai sekitar 1 juta unit hingga 2023 atau 2024, dengan penetrasi mencapai 49 persen dibandingkan motor ICE,” kata Hanggoro. Penyerapan Motor Listrik Subsidi Berdasarkan data Aismoli, pada 2023, motor listrik subsidi yang terserap masyarakat tercatat sekitar 11.532 unit. Angka tersebut melonjak drastis menjadi 62.541 unit pada 2024 saat subsidi masih berlaku. Namun pada 2025, hingga Semester I, penjualan kembali merosot ke kisaran 11.000–12.000 unit, nyaris setara dengan capaian sepanjang 2023. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang