PT Toyota Astra Motor (TAM) mengakui pasar otomotif nasional masih menghadapi tantangan sepanjang 2025, seiring dengan penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya. Vice President PT TAM Henry Tanoto mengatakan, kondisi tersebut membuat industri berharap adanya dukungan pemerintah melalui berbagai bentuk stimulus, tidak hanya untuk kendaraan elektrifikasi, tetapi juga model bermesin konvensional. “Kalau kita lihat market, harapannya memang agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Jadi kami harap akan ada stimulus tak hanya untuk hybrid dan EV, tapi juga ICE serta PHEV,” ujar Henry di Jakarta, Senin (26/1/2026). Ilustrasi pameran otomotif. Menurut dia, kebijakan stimulus dinilai penting untuk mendorong pemulihan pasar otomotif agar kembali tumbuh secara berkelanjutan. “Karena yang penting adalah mendorong pasar agar bisa kembali tumbuh ke depan,” kata Henry. Sepanjang 2025, Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif nasional, baik dari sisi penjualan ritel maupun distribusi dari pabrik ke diler. Berdasarkan data penjualan ritel, Toyota mencatatkan penjualan sebanyak 258.923 unit. Angka tersebut turun 34.865 unit dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 293.788 unit. Seiring dengan penurunan tersebut, pangsa pasar Toyota juga terkoreksi dari sebelumnya 33 persen menjadi 31,1 persen. Kondisi serupa terjadi pada penjualan wholesales. Sepanjang 2025, Toyota mendistribusikan sebanyak 250.431 unit dari pabrik ke jaringan diler, turun 38.551 unit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 288.982 unit. Meski demikian, segmen MPV masih menjadi tulang punggung penjualan Toyota dengan kontribusi sekitar 59 persen dari total penjualan. Kombinasi Toyota Kijang Innova Zenix dan Innova Reborn menjadi penyumbang terbesar, dengan penjualan ritel mencapai sekitar 62.500 unit sepanjang 2025. Penurunan permintaan pasar juga berdampak pada volume produksi. Sepanjang 2025, Toyota memproduksi sebanyak 511.248 unit kendaraan di dalam negeri. Henry berharap, kondisi industri otomotif dapat membaik pada 2026, sehingga Indonesia tetap menjadi pasar yang menarik khususnya di kawasan ASEAN. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang