Tren penjualan mobil di Indonesia tahun ini masih menunjukkan perlambatan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan nasional sampai September 2025 belum mampu menyamai capaian tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan pasar otomotif masih berada dalam fase penyesuaian, dipengaruhi daya beli masyarakat dan pembiayaan yang ikut mengetat. Di tengah kondisi tersebut, pelaku industri otomotif tetap melihat peluang pemulihan. GAC Indonesia mengungkapkan bahwa geliat ekonomi menjadi faktor kunci yang menentukan arah penjualan mobil ke depan. “Semoga dengan banyaknya bantuan pemerintah untuk terus mengucurkan dana ke dalam sistem, dapat menghidupkan geliat ekonomi yang lebih baik di tahun depan," ujar Andry Ciu, Chief Executive Officer (CEO) GAC Indonesia, di Jakarta Utara, belum lama ini. Menurut Andry, penjualan mobil tidak hanya bergantung pada minat konsumen, tetapi juga pada kemudahan pembiayaan. Sebagian besar pembelian kendaraan dilakukan secara kredit, sehingga kesehatan sektor leasing dan lembaga pembiayaan menjadi penopang penting. GAC Aion UT yang dipamerkan di Auto Shanghai 2025. “Kalau geliat ekonomi membaik di tahun depan, saya optimis penjualan mobil juga akan mengikuti. Kan pembeli mobil itu tidak semuanya tunai. Banyak yang beli mobil via leasing, via kredit. Kalau kreditnya, pembiayaannya seret, volumenya kan ngaruh,” kata Andry. Artinya, apabila likuiditas lembaga pembiayaan kembali longgar dan suku bunga lebih stabil, maka daya beli sektor otomotif berpotensi pulih secara bertahap. Untuk diketahui, Gaikindo hingga kini belum menetapkan revisi terhadap target penjualan mobil nasional yang masih berada di angka 900.000 unit untuk tahun ini. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan grosir (wholesales) atau distribusi dari pabrik ke diler pada September 2025 tercatat 62.071 unit, turun 15,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara penjualan retail atau dari diler ke konsumen mencapai 63.723 unit, melemah 12,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara kumulatif, sepanjang Januari–September 2025, total wholesales mencapai 561.819 unit, turun 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.