Toyota Veloz Hybrid di GJAW 2025 Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily mengatakan, penerimaan pasar terhadap Veloz Hybrid EV cukup menggembirakan. Sejak tahap pre-launching, preview hingga peluncuran resminya di pameran otomotif awal tahun ini, jumlah pemesanan sudah mencapai ribuan unit. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Terima kasih atas dukungan teman-teman media dan konsumen. Dari proses pre-launching, preview sampai peluncuran kemarin, penerimaannya sangat positif. Sampai hari ini tercatat sekitar 6.500 unit inden,” ujar Ernando di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.Jika dirata-ratakan, angka tersebut setara dengan sekitar 1.800 unit pemesanan per bulan. Menurut Ernando, jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan model Veloz sebelumnya.“Kalau dibandingkan dengan Veloz yang lama, peningkatannya sekitar 180 persen,” kata dia.Toyota mulai melakukan distribusi Veloz Hybrid kepada konsumen sejak akhir Februari 2026. Namun karena tingginya permintaan, sebagian konsumen masih harus menunggu beberapa bulan hingga unit tersedia.Saat ini waktu tunggu untuk model tersebut berkisar antara dua hingga tiga bulan, tergantung wilayah dan varian yang dipilih.“Distribusi sudah mulai kami lakukan pada minggu terakhir Februari. Target kami, dari total inden yang ada, pemenuhannya bisa selesai sampai April,” ujar Ernando.Ia menambahkan, sekitar 2.000 unit Veloz Hybrid diharapkan sudah bisa diterima konsumen hingga menjelang periode mudik Lebaran tahun ini. Dengan begitu, sebagian pelanggan berpotensi menggunakan kendaraan tersebut untuk perjalanan jarak jauh.Dari sisi varian, Ernando menjelaskan tipe V menjadi pilihan paling banyak dipesan oleh konsumen. Hal ini tidak lepas dari strategi harga yang dibuat agar teknologi hybrid dapat dijangkau lebih luas oleh masyarakat.“Kami memang punya komitmen membawa teknologi hybrid ke lebih banyak orang. Karena itu harganya dibuat tetap menarik agar semakin banyak masyarakat bisa merasakan teknologi ini,” tutur dia.Selain menghadirkan teknologi elektrifikasi, Toyota juga berupaya menjaga nilai jual kembali kendaraan. Salah satunya melalui program jaminan nilai jual kembali atau guaranteed residual value hingga sekitar 70 persen dalam periode tertentu.Menurut Ernando, hal tersebut penting karena sebagian besar konsumen di Indonesia masih memandang mobil sebagai aset. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Banyak konsumen membeli mobil dengan mempertimbangkan lima tahun ke depan. Karena itu kami juga memperhatikan faktor residual value agar tetap kompetitif,” ujarnya.Dengan tingginya minat terhadap Veloz Hybrid, Toyota melihat peluang pertumbuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih terbuka lebar, terutama pada segmen kendaraan keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional