Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mulai memberi dampak ke berbagai sektor, termasuk industri pembiayaan kendaraan. Konsumen yang berencana membeli mobil baru secara kredit, khususnya dalam beberapa waktu ke depan, berpotensi menghadapi cicilan yang lebih tinggi. Seperti diketahui, Bank Indonesia resmi menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil. Kebijakan yang diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Mei 2026 itu dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah gejolak global. Kenaikan suku bunga acuan tersebut biasanya akan diikuti penyesuaian bunga pinjaman di industri perbankan dan pembiayaan, termasuk kredit kendaraan bermotor. “Kenaikan BI Rate tentu memberikan tantangan bagi industri pembiayaan kendaraan, termasuk pembiayaan mobil Toyota,” ujar Lina Christie, Financial Controller Division Head Toyota Astra Financial Services kepada Kompas.com, Selasa (26/5/2026). Booth Toyota di GJAW 2025 Cicilan Mobil Baru Bakal Naik Dalam praktiknya, kenaikan BI Rate tidak selalu langsung membuat bunga kredit melonjak tajam. Namun, penyesuaian biasanya dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi pasar dan biaya dana (cost of fund) perusahaan pembiayaan. Artinya, konsumen yang membeli mobil baru secara kredit dalam beberapa bulan mendatang berpotensi mendapatkan bunga pinjaman lebih tinggi dibanding konsumen yang melakukan pembelian pada awal tahun, saat suku bunga masih lebih rendah. Ilustrasi ruang tunggu konsumen yang melakukan kredit mobil. Kondisi ini dapat memengaruhi besaran cicilan bulanan, terutama untuk tenor panjang. Semakin tinggi bunga kredit, semakin besar pula total pembayaran yang harus ditanggung konsumen. “Sebagai perusahaan pembiayaan, kami akan terus memonitor perkembangan pasar dan menjaga agar skema pembiayaan tetap kompetitif,” kata Lina. Meski demikian, Lina menilai kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan masih cukup baik, khususnya untuk merek yang memiliki nilai jual, efisiensi, dan jaringan layanan luas. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 Industri Pembiayaan Siapkan Strategi Di tengah tren kenaikan suku bunga, perusahaan pembiayaan dituntut menjaga keseimbangan antara risiko bisnis dan daya beli konsumen. Sebab, kenaikan bunga kredit terlalu tinggi juga bisa berdampak pada penurunan minat pembelian kendaraan baru. Karena itu, sejumlah leasing diperkirakan akan menyiapkan berbagai strategi, mulai dari program bunga spesial, tenor fleksibel, hingga uang muka yang lebih ringan untuk menjaga penjualan otomotif tetap bergerak. “Kami berkomitmen untuk senantiasa menyediakan suku bunga dan program yang menarik sesuai kondisi pasar, sehingga dapat terus mendukung penjualan mobil Toyota serta membantu konsumen mendapatkan solusi pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan,” ujar Lina. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang