Saat ini tengah marak penutupan sejumlah diler otomotif yang kemudian digantikan oleh merek asal China, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan jaringan diler sebagai ujung tombak bisnis di Tanah Air. Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa diler memiliki peran krusial dalam rantai distribusi, terutama karena distributor tidak dapat langsung menjangkau konsumen akhir di Indonesia. "Mungkin ada fenomena bahwa banyak diler yang tutup dan lain sebagainya. Bahwa diler itu menjadi sangat penting perannya. Karena dari distributor, manufaktur pastinya di upper stream. Terus downstream-nya kan ada yang namanya diler, ada yang namanya konsumen,” kata Fransiscus, saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan, dalam model bisnis di Indonesia, keberadaan diler menjadi penghubung utama antara produsen dan konsumen. “Di Indonesia itu kan kita sebagai distributor tidak bisa langsung jalan ke end customer. Kita harus melalui diler. Jadi kita menganggap diler itu penting,” ujarnya. Menurut Fransiscus, Hyundai menerapkan pendekatan dengan menempatkan konsumen sebagai prioritas utama, diikuti oleh diler sebagai mitra strategis. Diler Hyundai di BSD City Sejak 2022, Hyundai juga telah menjalankan berbagai upaya untuk menjaga diler tetap bertahan dan berkembang, termasuk memastikan bisnis mereka tetap berjalan di tengah kondisi pasar yang menantang. “Bagaimana diler kita itu bisa di kembangkan supaya dapat mengedukasi market. Di masa-masa misalnya market turun, sales per outlet juga turun, bagaimana mereka juga bisa punya, istilahnya ‘vitamin’ untuk tetap beroperasi sampai market naik lagi,” kata Fransiscus. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan jumlah kendaraan yang telah beredar di pasar (unit in operation). Hingga saat ini, Hyundai telah menjual sekitar 110.000 hingga 120.000 unit kendaraan di Indonesia sejak 2020. Dengan jumlah tersebut, Hyundai berupaya menjaga kepuasan pelanggan sekaligus memperkuat bisnis purnajual diler. “Bagaimana kita maintain unit in operation supaya customer lebih satisfied, dan secara bisnis diler juga semakin bagus. Jadi service absorption rate-nya (seberapa besar biaya operasional diler bisa ditutup dari bisnis purnajual tanpa bergantung pada penjualan mobil baru) meningkat, pendapatan dari non-vehicle juga naik,” kata Fransiscus. Melalui strategi tersebut, Hyundai berharap jaringan diler tetap kuat dan mampu bertahan di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang