Isu kenaikan harga akibat opsen pajak kendaraan sempat menjadi tantangan bagi industri sepeda motor di awal 2025. Tambahan pungutan dari pemerintah daerah berpotensi membuat harga on the road melonjak dan menekan minat beli. Namun, hingga akhir 2025, dampaknya ternyata belum terasa signifikan di pasar. Secara akumulatif, AISI mencatat penjualan motor nasional sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit. Angka ini naik dibandingkan total penjualan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.333.310 unit. Penetapan opsen PKB Secara tahunan, penjualan motor 2025 tumbuh sekitar 1,25 persen dibandingkan 2024. Kenaikan ini memang tidak besar, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pasar sepeda motor masih bergerak di jalur positif. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengakui bahwa sejak awal industri sudah mengingatkan risiko opsen terhadap pertumbuhan pasar. “Memang betul. Kalau waktu itu kita mengutarakan di awal, jika dikenakan tarif opsen itu kita bisa enggak ada pertumbuhan. Karena kan kenaikan pajaknya cukup tinggi ya,” ujar Sigit, kepada Kompas.com (13/1/2026). Konsumen motor Honda memadati booth Wahana Honda di Jakarta Fair 2025 Namun, realisasi di lapangan ternyata lebih moderat. Tidak semua daerah langsung menerapkan opsen dengan tarif penuh. “Ternyata dari beberapa provinsi itu hanya 5 provinsi yang tetap menjalankan opsen tapi mereka tidak mengenakan full gitu. Sedangkan sisanya itu kan menunda, kami sudah dapat beberapa jawaban kayak Jawa Barat, Jawa Timur itu menunda dulu,” ucap Sigit. Karena itu, Sigit kembali menegaskan harapannya agar kebijakan ini tidak diterapkan tergesa-gesa. Ia berharap, opsen baru diterapkan saat ekonomi nasional mulai bangkit. “Baru silahkan pemerintah mengenakan itu, tapi juga jangan sekaligus, tapi bertahap,” kata dia. Sebanyak 270 pelanggaran lalu lintas terjadi pada hari pertama tilang manual ditiadakan di persimpangan Jalan Ahmad Yani, tepatnya di lampu merah Bekasi Cyber Park (BCP) Mall, Kota Bekasi, Senin (20/1/2025). Tangerang, efek opsen pajak nyaris tak terasa Di level diler, gambaran yang sama juga terlihat. Olivia Widyasuwita, Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengatakan opsen belum menjadi faktor penekan penjualan di wilayah Jakarta dan Tangerang. Sebagai informasi, WMS yang merupakan main dealer Honda wilayah Jakarta-Tangerang, pada sepanjang 2025 berhasil membukukan penjualan 330.000 unit atau turun 5 persen dibandingkan periode tahun 2024. Booth Honda di IMOS 2025 “Jadi kan Opsen itu hanya berlaku di wilayah Tangerang, Banten. Banten itu masih mensubsidi. Jadi tidak ada kenaikan harga karena Opsen,” ucap Olivia di Jakarta (13/1/2026). Sejauh ini, menurut Olivia, tantangan penjualan terbesar pada tahun lalu justru datang dari daya beli masyarakat, bukan dari pajak. “Ya mungkin banyak yang kalau kita baca-baca kan orang punya uang belanja sekian cuma bisa belanja ini. Jadi lebih fokus pada kebutuhan pokok,” kata dia. FIFGROUP melalui layanan FIFASTRA kini menawarkan pembiayaan untuk sepeda motor baru Honda dengan kemudahan yang lebih maksimal. Ia menilai, konsumen yang tetap datang ke diler mayoritas bersifat replacement atau penggantian kendaraan lama. Dengan penjualan yang masih tumbuh 1,25 persen sepanjang 2025, industri sepeda motor bisa dibilang berhasil melewati potensi guncangan dari kebijakan opsen pajak. Penundaan di banyak daerah, ditambah subsidi di wilayah tertentu seperti Banten, membuat harga motor tidak melonjak seperti yang dikhawatirkan di awal tahun. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang