Penjualan sepeda motor Suzuki di Indonesia menunjukkan performa positif pada kuartal pertama 2026, meski pasar secara keseluruhan justru mengalami tekanan. Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, mengatakan, kenaikan tersebut didorong oleh mulai terpenuhinya inden. Terutama untuk model Access 125 dan V-Strom 250 SX yang sebelumnya mengalami antrean panjang. Test ride Suzuki Access 125 “Penjualan motor Suzuki (year to date) Januari-Maret 2026 sekitar 4.500-an unit, naik 32 persen dibanding 2025,” ujar Agha kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2026). “Faktornya inden yang mulai terpenuhi. Access 125 dan Vstrom 250 SX kan kemarin kan inden. Efek dari itu, jadi barang datang langsung habis. Itu yang menambah volume,” kata dia. Agha juga mengatakan, saat ini inden motor Suzuki masih terjadi. Tapi inden yang saat ini masih berlangsung, sebagian berasal dari pemesanan di diler. Ilustrasi Suzuki V-Strom 250 SX di IIMS 2026 Sementara unit yang dipesan saat ajang IMOS 2025 diklaim sudah lunas dalam waktu sekitar dua bulan setelah acara. “Inden sejauh ini masih di atas dua bulan sepertinya. Tapi sepertinya Mei dan Juni bisa tutupi inden sebagian besar,” ucap Agha. Menariknya, performa Suzuki ini terjadi di tengah kondisi pasar sepeda motor nasional yang justru melemah. Suzuki Satria Pro dan Satria F150 baru Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor pada Maret 2026 hanya mencapai 448.974 unit, turun sekitar 23 persen dibandingkan Februari. Secara kumulatif, penjualan sepeda motor nasional pada Kuartal I/2026 mencapai 1.614.091 unit. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.683.262 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang