Setelah membahas desain barunya, fitur-fitur modern yang dibawa, sampai impresi rasa berkendaranya buat harian, sekarang giliran saya mencoba melihat salah satu hal yang cukup penting untuk motor harian, yakni konsumsi BBM-nya. Jujur, awalnya saya tidak terlalu berharap motor ini bakal irit, karena dari karakter mesinnya saja sudah terasa sangat sporty. Mesin 150 cc DOHC berpendingin cairan milik Satria Pro memang dikenal bertenaga. Tarikannya galak, putaran atasnya agresif, dan akselerasinya juga termasuk salah satu yang paling kencang di kelas motor ayam jago. Test ride Suzuki Satria Pro Konsumsi BBM Harian Tapi ternyata, soal konsumsi BBM hasilnya masih cukup masuk akal. Selama pemakaian sekitar 100 km, motor ini saya gunakan lebih banyak untuk aktivitas harian dalam kota. Rutenya kombinasi Bogor-Jakarta-Bogor dengan kondisi jalan yang cukup padat dan banyak stop and go. Motor juga beberapa kali dipakai untuk tes akselerasi dan top speed, jadi cara berkendaranya tidak bisa dibilang sepenuhnya irit. Hasilnya, konsumsi BBM rata-rata Suzuki Satria Pro dengan metode full tol full ada di angka 39 km per liter. Test ride Suzuki Satria Pro Menurut saya, angka ini masih tergolong wajar untuk motor 150 cc DOHC yang performanya cukup buas. Apalagi karakter mesin Satria memang lebih fokus ke performa dibanding efisiensi bahan bakar. Menariknya, saat motor dipakai lebih santai dan bukaan gas dibuat lebih halus, konsumsi BBM-nya ternyata bisa lebih baik lagi. Test ride Suzuki Satria Pro Dalam pemakaian yang lebih kalem dan konsisten pada rute yang sama, Satria Pro mampu mencatat konsumsi BBM hingga 43 km per liter. Angka tersebut cukup impresif mengingat motor ini punya tenaga besar dan karakter putaran atas yang agresif. Sebagai informasi, BBM yang dipakai selama pengujian merupakan RON 92. Test ride Suzuki Satria Pro Tangki Kecil Meski begitu, ada satu hal yang menurut saya justru lebih mengganggu dibanding konsumsi BBM-nya, yaitu kapasitas tangki bensin yang terlalu kecil. Suzuki Satria Pro hanya dibekali tangki 4 liter. Efeknya langsung terasa saat dipakai harian. Baru dipakai sekitar 100 km lebih sedikit, indikator bensin sudah mulai berkedip lagi dan saya harus mampir ke SPBU. Kalau dipakai santai memang masih cukup aman buat aktivitas sehari-hari. Dengan hitungan konsumsi BBM sekitar 39 km per liter, artinya motor ini secara teori bisa menempuh jarak sekitar 156 km dalam kondisi tangki penuh. Cukup untuk kebutuhan komuter harian. Test ride Suzuki Satria Pro Tapi kalau dipakai touring atau perjalanan luar kota, kapasitas tangki sekecil ini jelas agak merepotkan. Pengendara harus lebih sering berhenti untuk isi bensin dibanding motor sport atau skutik lain dengan kapasitas tangki lebih besar. Apalagi karakter mesin Satria Pro justru paling nikmat saat dipakai jalan jauh dan bermain di putaran atas. Jadi rasanya agak sayang ketika motor yang enak diajak touring ini malah punya tangki yang cepat habis. Fitur Suzuki Ride Connect di Satria Pro Meski begitu, secara keseluruhan saya melihat konsumsi BBM Suzuki Satria Pro masih cukup masuk akal untuk motor dengan performa setinggi ini. Motor ini memang bukan tipe kendaraan yang mengejar keiritan maksimal. Tapi buat pengendara yang mencari sensasi berkendara manual, performa kencang, dan karakter sporty khas Satria, konsumsi BBM tersebut masih terasa pantas untuk ditebus. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang