Pasar mobil perkotaan (city car) atau entry level di Indonesia kian kompetitif. Selain menawarkan efisiensi bahan bakar, aspek fungsionalitas dan kelengkapan fitur kini menjadi pertimbangan utama konsumen sebelum memboyong kendaraan idaman. Salah satu model yang cukup menarik perhatian di segmen ini adalah Suzuki S-Presso. Dengan tampilan ala micro SUV yang kompak, mobil ini rupanya sukses memikat hati sebagian konsumen, bahkan ketika harus diadu langsung dengan penguasa pasar di segmen low cost green car (LCGC) seperti Honda Brio Satya. Pengalaman ini dirasakan langsung oleh Tubagus Mansyur Amin, seorang wiraswasta berusia 37 tahun, mengaku sudah menggunakan S-Presso selama kurang lebih setahun. Dia merupakan tangan pertama alias beli dalam kondisi baru. Ketangguhan Mesin 3-Silinder Bagi pria yang akrab disapa Tebe ini, performa mesin Suzuki S-Presso berkode K10C 1.000 cc 3-silinder miliknya terbilang di luar ekspektasi untuk sebuah mobil perkotaan. "Untuk mobil entry level, menurut saya oke banget. Hemat bahan bakar dan bisa diandalkan di tanjakan yang lumayan terjal, karena mesinnya 3-silinder," ujar pria yang akrab disapa Tebe, kepada Kompas.com, belum lama ini. Tubagus Mansyur Amin, pengguna Suzuki S-Presso Keunggulan Fitur Keselamatan Menariknya, salah satu alasan kuat Tebe lebih memilih S-Presso ketimbang rival populernya adalah kehadiran fitur keselamatan aktif yang absen di kelasnya. Fitur Hill Start Assist (HSA) menjadi pembeda yang sangat krusial, terutama bagi mereka yang gemar melakukan perjalanan jarak jauh. "Dan fitur di S-Presso yang paling saya suka sih Hill Start Assist, yang buat stop beberapa detik kalau di tanjakan. Soalnya, (Honda) Brio saja enggak punya fitur ini, ini jadi pertimbangan juga kenapa memilih S-Presso daripada Brio, karena kita sering ke luar kota," kata Tebe. Karakter Berkendara dan Performa Sebagai pengemudi yang menyukai karakter berkendara agresif, Tebe menilai kelincahan (handling) S-Presso cukup mumpuni untuk bermanuver di berbagai kondisi jalan. Sisi performa di jalan bebas hambatan pun dinilai cukup kompetitif tanpa adanya pembatas kecepatan yang mengganggu. "Dan karena kita suka ngebut, S-Presso sat set sih, dan masih mau dibejek sampai 150 km/jam. Walaupun enggak bisa digaspol ya, harus istirahat per 4 jam sekali. Kalau Brio Satya, kayaknya enggak bisa, karena ada limiter-nya di 135 km/jam," ujarnya. Tak hanya itu, Tebe juga memberikan catatan menarik mengenai sektor kenyamanan. Berbeda dengan anggapan umum, bantingan suspensi S-Presso justru terasa lebih optimal saat mobil mengangkut beban yang cukup berat. Menurut Tebe, saat kabin S-Presso diisi dengan muatan yang cukup penuh, suspensinya malah jadi terasa lebih nyaman. Tubagus Mansyur Amin, pengguna Suzuki S-Presso Catatan Minus dan Desain Buritan Meski memiliki segudang kelebihan dari segi fungsionalitas dan fitur, S-Presso bukan berarti tanpa celah. Sektor estetika eksterior, khususnya bagian buritan dan proporsi roda, kerap menjadi sasaran kritik dari para pencinta otomotif. "Tapi, memang sih ban belakang S-Presso banyak yang enggak suka, karena terlihat kecil dan cingkrang, plus sisi belakang S-Presso enggak semua orang suka," kata Tebe. Namun, untuk urusan performa instan, Tebe memiliki trik tersendiri yang sering ia terapkan saat berkendara. "Kalau traction control-nya dimatikan, tarikan mobilnya jadi lebih enak," ujar Tebe. Konsumsi BBM Tembus 24 Km Per Liter Bukan Suzuki namanya jika tidak identik dengan efisiensi bahan bakar. Untuk membuktikan seberapa irit mobil kompak ini, Tebe sempat melakukan pengujian langsung dengan rute jarak jauh yang cukup ekstrem lintas pulau. Soal konsumsi BBM, Tebe sendiri pernah mengujinya saat berkendara ke luar kota. Dengan rute Depok-Jimbaran (Bali), total jarak yang ditempuh kurang lebih mencapai 1.200 km. Sedangkan BBM yang dikonsumsi mencapai sekitar 50 liter Pertamax (RON 92). Hasilnya, angka konsumsi bahan bakar yang diraih terbilang sangat impresif untuk ukuran mobil non-hybrid. "Jadi, lumayan irit ya. Sekitar 24 km/liter," ujarnya. Kesimpulan Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Suzuki S-Presso terbukti mampu menjawab kebutuhan konsumen yang mencari mobil perkotaan praktis namun tangguh untuk dibawa bertualang. Kehadiran fitur keselamatan modern, efisiensi bahan bakar yang luar biasa, serta karakter mesin yang andal di tanjakan, menjadi modal kuat bagi micro SUV ini untuk terus mengusik dominasi para pemain lama di kelasnya. Bagi konsumen yang mengutamakan fungsi dan nilai ekonomis di atas estetika semata, mobil ini jelas menjadi opsi yang sulit untuk diabaikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang