Penjualan sepeda motor domestik pada Maret 2026 mengalami penurunan tajam setelah sempat menunjukkan tren positif pada bulan sebelumnya. Dilansir dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor bulan lalu hanya mencapai 448.974 unit, merosot sekitar 23 persen dibandingkan Februari. Penurunan ini cukup kontras jika melihat performa dua bulan sebelumnya. Pada Januari 2026, penjualan tercatat sebesar 577.763 unit, lalu meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari. Ilustrasi booth Yamaha di IIMS 2026 Tren kenaikan tersebut seolah terhenti mendadak pada Maret, yang justru mencatatkan penurunan signifikan. Salah satu faktor yang diduga kuat menjadi penyebab merosotnya penjualan adalah momen libur Lebaran. Selama periode tersebut, banyak diler sepeda motor yang tidak beroperasi secara penuh, sehingga berdampak langsung pada distribusi kendaraan roda dua ke konsumen. Booth Suzuki di IMOS 2025 Secara kumulatif, penjualan sepeda motor sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 1.614.091 unit. Angka ini ternyata masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mampu menembus 1.683.262 unit. Artinya, performa pasar roda dua di awal tahun ini belum sepenuhnya pulih jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Booth TVS di IMOS 2025 Meski demikian, industri sepeda motor nasional tampaknya masih bersikap realistis. AISI tidak memasang target pertumbuhan yang agresif untuk tahun 2026. Proyeksi penjualan tetap dipatok di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, sama seperti target dan capaian pada 2025. Berikut adalah data penjualan sepeda motor 2026: Januari 577.763 unit - Februari 587.354 unit - Maret 448.974 unit KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang