Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan bahwa penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan cukup dalam pada Maret 2026. Data asosiasi mencatat total wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler hanya mencapai 61.271 unit, turun 24,6 persen dibanding Februari 2026 yang menyentuh 81.250 unit. Penurunan juga terjadi pada sisi penjualan ritel dengan membukukan 66.637 unit, susut 14,8 persen dari bulan sebelumnya sebesar 78.239 unit. Ilustrasi penjualan mobil. Secara tahunan, kinerja pasar juga melemah. Wholesales turun 13,8 persen dibanding Maret 2025 yang mencapai 71.099 unit, sementara retail terkoreksi 13,2 persen dari kisaran 76 ribu unit. Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, mengatakan penurunan dipengaruhi panjangnya periode libur Idulfitri. “Pada Maret 2026 terjadi penurunan karena panjangnya libur Lebaran,” ujarnya dihubungi, Jumat (10/4/2026). Meski begitu, kinerja kuartal pertama 2026 masih menunjukkan pertumbuhan tipis, di mana wholesales Januari-Maret 2026 tercatat naik 1,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 209.021 unit. Ilustrasi penjualan mobil Sementara penjualan ritel mencapai sekitar 211.905 unit, tumbuh 0,5 persen. Dari sisi merek, Toyota masih menjadi penyumbang terbesar dengan penjualan 17.984 unit pada Maret 2026, diikuti Daihatsu sebanyak 8.916 unit dan Mitsubishi 5.190 unit. Suzuki dan Honda melengkapi lima besar dengan masing-masing 4.552 unit dan 4.129 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang