Mobil bertransmisi matik CVT semakin populer di Indonesia karena menawarkan kenyamanan berkendara, terutama di lalu lintas perkotaan. Namun, di balik kepraktisannya, masih banyak pengguna yang kurang memahami batasan kerja CVT, salah satunya kebiasaan membawa beban berlebih yang berpotensi memicu kerusakan serius pada transmisi. Menurut Freddy, Direktur Domo Transmisi, CVT memiliki karakter kerja yang berbeda dibanding transmisi matik konvensional. Transmisi ini mengandalkan sistem pulley dan belt untuk menyalurkan tenaga mesin, sehingga sangat sensitif terhadap panas dan beban berlebih. “CVT itu sebenarnya didesain untuk penggunaan harian di dalam kota. Kalau sering dipakai membawa muatan melebihi kapasitas, apalagi di jalan menanjak atau macet, beban kerja transmisinya jadi sangat berat,” kata Freddy kepada Kompas.com, Rabu (21/1/2026). Komponen pada CVT mobil. Freddy menjelaskan, salah satu risiko utama dari kebiasaan tersebut adalah peningkatan suhu di dalam transmisi. Saat CVT bekerja terlalu keras, panas akan menumpuk dan mempercepat penurunan kualitas oli transmisi, yang berfungsi sebagai pelumas sekaligus pendingin. Jika kondisi ini dibiarkan, komponen internal seperti belt CVT dan pulley dapat mengalami haus lebih cepat. Gejalanya beragam, mulai dari tarikan terasa berat, muncul bunyi dengung atau decitan saat mobil digas, hingga respons transmisi yang tidak lagi halus. Selain itu, membawa beban berlebih juga berisiko menyebabkan slip pada belt CVT. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berujung pada kerusakan yang membutuhkan perbaikan besar dengan biaya tidak sedikit. Freddy menambahkan, kebiasaan membawa banyak penumpang atau muatan berat sering kali dianggap sepele oleh pemilik kendaraan. Padahal, spesifikasi kapasitas angkut yang ditetapkan pabrikan sudah disesuaikan dengan kemampuan kerja transmisi. “CVT itu bukan tidak kuat, tapi ada batasannya. Kalau dipaksa terus-menerus di luar kapasitas, umurnya pasti jauh lebih pendek,” ujarnya. Untuk menghindari risiko tersebut, pemilik mobil CVT disarankan mematuhi batas muatan, rutin mengganti oli transmisi sesuai rekomendasi, serta menghindari kebiasaan memaksa mobil bekerja berat dalam waktu lama. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk menjaga performa CVT tetap optimal dan memperpanjang usia pakainya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang