Musim hujan di sejumlah wilayah di Indonesia membuat sebagian jalan tergenang banjir. Bila pengendara punya pilihan untuk menghindari genangan air, itu bisa jadi opsi paling tepat. Pasalnya, menerobos banjir dengan ketinggian melebihi setengah roda bisa berakibat fatal. Mobil bisa harus turun mesin, modul elektronik juga bisa rusak. Eko Setiawan, pemilik bengkel mobil Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan salah satu risiko paling fatal ketika mobil menerobos banjir adalah water hammer. “Air masuk ke ruang bakar lewat saluran udara, terkompresi di ruang bakar, sementara piston tidak bisa memampatkan air seperti udara yang memiliki susunan partikel lebih bebas,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Akibat piston memampatkan air, maka tekanan kompresi bisa meningkat drastis sehingga connecting rod atau lengan piston berpotensi bengkok atau patah. “Bila lengan piston patah, maka patahan tersebut berpeluang terus berputar dan merusak blok mesin, akibatnya mesin jebol, ini harus turun mesin dan biaya perbaikannya tidak murah,” ucap Eko. Genangan air di jalur Pantura Pati–Rembang, tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati akibat luapan Sungai Simo membuat arus lalu lintas tersendat parah, dengan antrean kendaraan mencapai 3 kilometer, Selasa (13/1/2026). Selain mesin, Eko juga menyinggung kerusakan pada transmisi matik, bahwa air bisa bercampur dengan oli dan membuat gesekan berkurang, kopling slip, dan kampas terbakar. “Pada transmisi manual, air bisa masuk lewat lubang kopling atau tuas dan menyebabkan karat, sehingga kopling jadi lengket,” ucap Eko. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan air dapat merusak electronic control unit (ECU) sekring, dan sensor. Ilustrasi ECU mobil “Tak hanya bikin performa terganggu, perangkat elektronik yang rusak karena air juga bisa memicu terjadinya korsleting, bisa membakar jalur kabel dan biaya perbaikan sistem ECU termasuk mahal,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Dinamo ampere dan dinamo starter juga komponen yang bisa rusak bila kena air. Fatalnya, bila komponen ini rusak, bisa membuat komponen pendukung lainnya ikut bermasalah seperti ECU dan komponen elektronik lainnya. “Bila motor starter rusak, mobil bisa mogok, sementara dinamo ampere bisa mengganggu suplai listrik mobil, bisa merusak komponen kelistrikan termasuk ECU,” ucap Imun. Nah, itu tadi risiko paling fatal ketika mobil dipaksa menerobos banjir melebihi batasnya yakni setengah roda mobil atau lantai dasar kendaraan. Maka dari itu, bila tidak terpaksa sebaiknya jangan dilakukan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang