Berkendara di musim hujan tak lepas dari risiko fatal yakni jalan berlubang dan aquaplaning. Keduanya bisa menjadi pemicu kecelakaan fatal yang berujung kematian. Jalan berlubang Akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang dan Praktisi Perkerasan Jalan Wawarisa Alnu Fistcar mengatakan jalan berlubang banyak dijumpai ketika musim hujan, khususnya jalan yang berbahan aspal. “Karakter aspal memang mudah mengelupas ketika kena air, sehingga butuh perawatan lebih ketika musim hujan, selain itu karakternya lebih empuk, sehingga tak akan kuat menahan beban terlalu berat,” ucap Fistcar kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Artinya, jalan berlubang sudah menjadi penyakit umum ketika musim hujan. Sehingga, mau tidak mau pengendara perlu mengantisipasinya. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana pengendara perlu waspada terhadap bahaya lubang jalan, selain dapat merusak komponen kendaraan halangan tersebut kerap memicu terjadinya kecelakaan. “Cara meningkatkan waspada terhadap lubang jalan paling tepat adalah dengan mengurangi kecepatan,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Seorang pengendara motor terjatuh setelah menghajar lubang Sony tidak menyarankan pengendara menghindari lubang jalan karena bisa menjadi kebiasaan yang tidak aman, meskipun boleh saja dilakukan. Lubang jalan bisa terlihat bila pengendara menjaga jarak aman dan kecepatan, sementara dalam kecepatan tinggi tidak akan terlihat. Selain itu, lubang jalan juga akan terlihat seperti jalan rata ketika tergenang oleh air. “Pertama kurangi kecepatan sesaat sebelum melibas lubang atau genangan air, boleh menghindar ke kiri atau kanan dengan asumsi di belakang aman atau kosong, dengan memastikannya lewat kaca spion,” ucap Sony. Pengendara motor berpotensi oleng ketika melewati jalan berlubang dengan kecepatan tinggi, termasuk menghindarinya dengan manuver mendadak. Aquaplaning Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan saat musim hujan ada potensi air menggenang di jalan, khususnya jalan beton yang memiliki resapan minim. “Pada jalan beton bisa lebih licin, karena air cenderung menggenang, dan bisa menyebabkan aquaplaning, maka dari itu pengendara perlu menjaga kecepatan aman,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Minggu (28/12/2025). Pajero Sport Kena Aquaplaning di jalan raya. Genangan air akan menjadi sangat berbahaya bagi kendaraan yang melaju kencang. Pasalnya, air bisa memberikan gaya ke atas ke permukaan ban sehingga kendaraan bisa melayang atau tidak menapak permukaan jalan. Semakin kencang laju kendaraan, dan semakin dalam genangan airnya akan memberikan daya layang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali, terpelanting dan sejenisnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang