Mudik menggunakan kendaraan pribadi menjadi pilihan banyak orang karena dianggap lebih fleksibel dan nyaman. Namun perjalanan jarak jauh saat musim hujan memerlukan kewaspadaan lebih tinggi. Jalan yang licin, jarak pandang terbatas, hingga potensi genangan air dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika pengemudi tidak berhati-hati. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan pengemudi wajib mengantisipasi bahaya ketika berkendara di musim hujan. “Lakukan persiapan sebelum berkendara di musim hujan, seperti mengganti ban mobil yang sudah tipis, jaga tekanan udara ban sesuai rekomendasi pabrikan, jangan kelebihan karena traksinya ke jalan jadi lebih kecil,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ban dengan alur yang masih tebal akan memberikan daya cengkeram lebih baik saat melintasi jalan basah. Tekanan udara ban juga harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar performa kendaraan tetap optimal. Selain itu, satu hal terpenting saat berkendara di tengah hujan adalah mengurangi kecepatan kendaraan. Permukaan jalan yang basah membuat daya cengkeram ban terhadap aspal menurun. Arus lalu lintas di Suramadu “Jika mobil melaju terlalu cepat, risiko tergelincir atau kehilangan kendali akan semakin besar. Saat hujan, kurangi kecepatan sekitar 25 persen dari kecepatan yang diwajibkan di jalan tersebut, serta jaga jarak aman lebih jauh yakni sekitar 4 sampai 5 detik,” ucap Marcell. Saat hujan, jarak pengereman kendaraan menjadi lebih panjang dibandingkan kondisi jalan kering. Dengan jarak yang lebih longgar, pengemudi memiliki waktu lebih banyak untuk bereaksi jika kendaraan di depan tiba-tiba melakukan pengereman. Pengemudi juga perlu menghindari manuver mendadak seperti pengereman keras atau membelok secara tiba-tiba. Gerakan yang terlalu agresif dapat membuat ban kehilangan traksi di jalan basah. Berkendara dengan gerakan yang halus akan membantu menjaga stabilitas kendaraan. Kondisi Jalan KH Noer Ali di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi terlihat rusak parah dan banyak lubang hingga kubangan air. Kamis (19/2/2026). Waspadai pula genangan air di jalan. Genangan yang tampak dangkal bisa saja menutupi lubang jalan atau permukaan yang rusak. Selain itu, menerobos genangan dengan kecepatan tinggi dapat memicu fenomena aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan. “Genangan air akan menjadi sangat berbahaya bagi kendaraan yang melaju kencang. Pasalnya, air bisa memberikan gaya ke atas ke permukaan ban sehingga kendaraan bisa melayang atau tidak menapak permukaan jalan,” ucap Marcell. Semakin kencang laju kendaraan, dan semakin dalam genangan airnya, akan memberikan daya layang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali, terpelanting dan sejenisnya. Selain itu, menyalakan lampu utama saat hujan sangat penting untuk meningkatkan visibilitas. Lampu bukan hanya membantu pengemudi melihat jalan dengan lebih jelas, tetapi juga membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain, terutama saat hujan deras. “Periksa semua lampu menyala dengan optimal, ini akan berguna ketika malam hari atau hujan deras ketika dalam perjalanan, wiper juga penting, pastikan bisa menyapu air dan kotoran dengan optimal,” ucap Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten kepada KOMPAS.com, Senin (9/3/2026). Wiper yang masih baik mampu menyapu air hujan secara maksimal sehingga pandangan pengemudi tidak terganggu. Jika karet wiper sudah keras atau meninggalkan garis air di kaca, sebaiknya segera diganti. Sebelum berangkat mudik, sebaiknya lakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh. Pastikan rem, lampu, ban, serta cairan penting seperti oli mesin dan cairan pendingin berada dalam kondisi baik. Pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri berkendara jika kondisi hujan sangat deras. Jika jarak pandang terlalu terbatas, lebih baik menepi di tempat yang aman hingga hujan mereda. Dengan sikap berkendara yang hati-hati dan persiapan yang baik, perjalanan mudik di musim hujan bisa tetap aman dan nyaman sampai tujuan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang