Arus mudik Lebaran selalu membawa lonjakan kendaraan menuju pelabuhan penyeberangan, terutama di jalur menuju Pelabuhan Merak. Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, pengelola Tangerang–Merak Toll Road menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, termasuk sistem penundaan kendaraan (delaying system) dan pemilahan jenis kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan. Head of Corporate Communications & Sustainability Management ASTRA Infra, Uswatun Hasanah, mengatakan, bahwa skema contraflow jarang diterapkan di jalur ini. Suasana di Gerbang tol Merak Senin (8/4/2024) pagi. Tidak ada lagi antrean panjang seperti H-4 dan H-3 Lebaran 2024. Fokus utama justru pada pengaturan arus kendaraan yang mengarah ke kawasan pelabuhan di ujung tol. “Jadi kemungkinan kita lebih kepada mengantisipasi adanya lonjakan menuju ke Pelabuhan Merak. Dan itu biasanya dilakukan bertahap sesuai diskresi kepolisian yang situasional tentunya, apabila terjadi antrean,” kata Uswatun kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2026). Ia menjelaskan, langkah pengendalian arus kendaraan akan dilakukan secara bertahap apabila terjadi kepadatan. Sistem delaying menjadi tahap pertama yang diterapkan untuk menahan laju kendaraan menuju pelabuhan. Pengelola tol Tangerang-Merak memperbaiki jalan berlubang imbas cuaca dan overload kendaraan barang. Kamis (29/1/2026). “(Pembatasan kendaraan) kami lakukan bertahap. Pertama dilakukan delaying di Rest Area KM 68 arah Merak, kemudian di Rest Area KM 43, sampai ke Gerbang Tol Cikupa. Itu untuk di ruas tol Tangerang-Merak,” ujarnya. Dengan skema tersebut, terdapat beberapa titik penyangga (buffer zone) sebelum kendaraan mencapai pelabuhan. Salah satu titik penting berada di sekitar Gerbang Tol Cikupa yang menjadi area penahanan kendaraan sebelum arus kembali dilepas secara bertahap. Selain delaying system, pengelola tol juga menyiapkan pengaturan lalu lintas khusus untuk memisahkan kendaraan logistik dan kendaraan penumpang. Hal ini penting karena kendaraan yang menuju Pulau Sumatera tidak hanya melalui satu pelabuhan. Suasana buka tutup truk logistik di simpang Jalan Lingkar Selatan Cilegon. Kamis (25/12/2025). JLS dijadikan area buffer zone karena di dalam pelabuhan Ciwandan padat dengan truk yang menunggu giliran masuk ke dalam kapal menuju Sumatera. “Sampai ke Gerbang Tol Cikupa (buffer zone) berarti tiga (titik) ya. Karena memang akan ada titik pemilahan kendaraan besar dan penumpang yang menuju ke Pulau Sumatera itu kan akan melewati tiga pelabuhan ya,” kata Uswatun. Pemilahan kendaraan tersebut akan dilakukan di akses Gerbang Tol Cilegon Timur dengan bantuan posko kepolisian. Nantinya kendaraan barang akan diarahkan menuju pelabuhan khusus logistik seperti Pelabuhan Ciwandan dan BBJ Bojonegara Port, sementara kendaraan penumpang tetap melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak. Skema ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik, terutama di jalur menuju penyeberangan Jawa–Sumatera yang setiap tahun menjadi salah satu titik paling padat saat musim Lebaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang