Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan aktivitas pembongkaran tiang monorel terbengkalai di kawasan Jalan HR Rasuna Said tidak akan mengganggu mobilitas masyarakat. Sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan agar arus kendaraan tetap berjalan normal selama proses pekerjaan berlangsung. Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa tidak akan ada penutupan jalur utama di ruas strategis tersebut. Rekayasa lalu lintas difokuskan pada pengaturan arus kendaraan tanpa menghentikan pergerakan lalu lintas. Kondisi tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Selasa (13/1/2026) sebelum dibongkar. “Jadi rekayasa lalu lintasnya adalah pertama, tidak ada penutupan jalan,” ujar Syafrin, dalam keterangan tertulis (14/1/2026). Untuk meminimalisir kepadatan, pekerjaan pembongkaran tiang monorel hanya dilakukan pada malam hari, saat volume kendaraan mulai menurun. Proses ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Dalam satu malam, satu tiang monorel akan dibongkar secara bertahap. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan langsung pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Total terdapat 109 tiang monorel yang selama ini terbengkalai dan akan dibongkar sebagai bagian dari penataan ulang kawasan Jalan HR Rasuna Said. Meski jalur utama tetap dibuka, Dishub memberlakukan penyesuaian di jalur lambat sesuai titik pengerjaan. “Jadi misalnya di ruas ini yang akan ditutup, tadi di ujung kami lakukan penutupan, kemudian di bukaan depan itu otomatis yang dari lajur cepat itu bisa masuk ke jalur lambatnya. Demikian seterusnya sampai dengan di Simpang Gatot Subroto nantinya,” ucap Syafrin. Syafrin juga mengimbau para pengendara agar tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, khususnya dengan tidak berhenti di sekitar lokasi pembongkaran. Pengerjaan pembongkaran tiang monorel pertama di Jalan HR Rasuna Said pada Rabu (14/1/2026) malam. “Kami imbau ke pengendara, jangan sampai ada kendaraan yang kemudian berhenti pada saat dilakukan pekerjaan. Tetap bergerak agar lalu lintas di belakangnya tetap bergerak smooth,” katanya. Lebih lanjut, Syafrin menyebut bahwa pembongkaran tiang monorel ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berdampak positif terhadap kinerja jalan ke depannya. Berdasarkan hasil asesmen Dishub, penghilangan median pemisah serta penambahan satu lajur cepat setelah tiang monorel dibongkar diproyeksikan meningkatkan efektivitas jalan secara signifikan. Penutupan jalur lambat Jalan HR Rasuna Said jelang pembongkaran tiang monorel, Rabu (14/1/2026) malam. “Dengan ada penambahan satu lajur cepat nantinya dan kemudian dihilangkan pemisah, median pemisah, ini akan ada perbaikan sekitar 18 persen unjuk kerja jaringan di Rasuna Said ini,” kata Syafrin. Untuk memastikan kelancaran selama proses pembongkaran, Dishub DKI Jakarta bersama Satpol PP akan menyiagakan personel di lapangan. Masing-masing instansi menurunkan sekitar 15 petugas yang akan berjaga setiap malam selama pekerjaan berlangsung. “Setiap mulai pekerjaan malam, itu otomatis anggota akan ada melakukan pengaturan,” ujar Syafrin. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang